Medan (Humas) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menghadiri kegiatan istighotsah dan haflah Al-Qur’an dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah Taman Pendidikan Islam (PPMDH TPI), Jalan Pelajar Nomor 44, Kelurahan Teladan Timur, Kota Medan, Senin (19/10/2026). Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, mempererat silaturahmi, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta meningkatkan sinergi antara lembaga keagamaan dan lingkungan pesantren.
Malam istighotsah dan haflah Al-Qur’an berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi wadah bagi para santri untuk memperdalam pemahaman agama serta menumbuhkan semangat mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, M.A.; Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, H. Ahmad Faisal Nasution, M.A.; Direktur Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI, Dr. H. Yose Rizal, S.Ag., M.M.; para kepala KUA se-Kota Medan; kepala madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah; penyuluh agama Islam se-Kota Medan; serta pegawai, tenaga pengajar, dan para santri Pondok Pesantren Darul Hikmah.
Dalam bimbingan dan arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, M.A., menyampaikan bahwa santri memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas melalui penguatan nilai-nilai agama, moral, dan akhlak. Menurutnya, pesantren merupakan tempat lahirnya generasi yang saleh dan salehah, berjiwa Qur’ani, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai kebenaran dan kebaikan. “Untuk mewujudkan Indonesia Emas, santri merupakan garda terdepan yang menguatkan negeri. Dari pondok pesantren lahir generasi yang saleh dan salehah, generasi Qur’ani, serta generasi yang selalu menegakkan nilai-nilai moral dan kebenaran. Generasi seperti inilah yang akan menjadi pemimpin Indonesia ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI, Dr. H. Yose Rizal, S.Ag., M.M., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada pesantrennya sebagai pusat peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kota Medan tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Darul Hikmah memiliki komitmen kuat dalam membina para santri agar mampu menghafal Al-Qur’an sekaligus mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan. “Sudah ratusan santri Pondok Pesantren Darul Hikmah yang menghatamkan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Nilai spiritual, kesalehan, serta karakter santri yang beretika dan beradab merupakan bagian penting dari pendidikan yang kami tanamkan kepada para santri,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan turut dimeriahkan dengan penampilan haflah Al-Qur’an oleh para santri yang memukau para hadirin. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan dengan penuh penghayatan menghadirkan suasana haru dan menyentuh hati. Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Muhadir Ritonga, M.A., yang mengajak para santri untuk senantiasa taat beribadah kepada Allah SWT, berbakti kepada kedua orang tua, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa. Ia juga mengingatkan agar para santri menjaga pergaulan dan menjauhi perilaku menyimpang, seperti keterlibatan dalam geng motor dan penyalahgunaan narkoba. “Jadilah santri yang taat beribadah kepada Allah SWT, patuh kepada kedua orang tua, serta selalu berguna bagi masyarakat dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Jangan sampai setelah tamat dari pesantren justru menjadi anak yang durhaka kepada orang tua dan terjerumus dalam pergaulan yang salah,” pesannya.
Kepala KUA Medan Sunggal, Agus Salim menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan istighotsah dan haflah Al-Qur’an dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tingkat Kota Medan. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pesantren berperan penting dalam mencetak generasi Qur’ani yang beriman, berakhlak mulia, dan membanggakan keluarga serta bangsa. “Kita dapat menyaksikan penampilan anak-anak penghafal Al-Qur’an, anak-anak pilihan Allah SWT yang menjadi dambaan kedua orang tuanya. Semoga mereka kelak menjadi anak-anak saleh dan salehah yang dapat menolong kedua orang tuanya serta menjadi jalan kebaikan bagi keluarga untuk meraih surga Allah SWT,” tuturnya. Ia berharap semangat Hari Santri terus menginspirasi para santri untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperdalam ilmu agama, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Hari Santri Nasional melalui istighotsah dan haflah Al-Qur’an ini menjadi momentum untuk meneguhkan peran santri sebagai generasi penerus bangsa yang berlandaskan iman, ilmu, akhlak, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Melalui pendidikan pesantren, pembinaan keagamaan, serta dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan lahir generasi Qur’ani yang berkarakter, menjunjung tinggi moral dan etika, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas.(Paidi).

