Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Urusan Agama (KUA) Medan Sunggal, Sindar Purba, S.Th., M.Pd., bersama Drammes Lumbantobing, S.Th., M.Pd., Penyuluh Agama Kristen dari KUA Medan Perjuangan, melaksanakan kegiatan Bimbingan Penyuluhan (BP) bagi pasien rawat inap di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bina Karsa, Jalan Pales III, Kota Medan, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan pelayanan rohani lintas denominasi dalam mendukung proses pemulihan kesehatan mental pasien. Kehadiran kedua penyuluh agama tersebut disambut baik oleh pihak rumah sakit dan para pasien yang sedang menjalani perawatan serta rehabilitasi medis.
Dalam kegiatan bimbingan tersebut, Sindar Purba menyampaikan materi utama dengan mengangkat tema “Tuhan adalah Sumber Kekuatanku.” Melalui tema ini, para pasien diajak untuk membangun kembali rasa percaya diri, memperoleh ketenangan batin, serta memelihara pengharapan kepada Tuhan selama menjalani proses penyembuhan.
Sebagai landasan iman, materi bimbingan diperkuat dengan firman Tuhan dari Mazmur 28:7 yang berbunyi, “TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.” Ayat tersebut mengingatkan para pasien agar tetap memiliki pengharapan, bersandar kepada Tuhan, dan menjalani proses pemulihan dengan semangat.
Sementara itu, Drammes Lumbantobing turut mendampingi kegiatan melalui diskusi interaktif, doa bersama, serta pemberian motivasi spiritual secara personal. Kolaborasi kedua penyuluh tersebut menciptakan suasana bimbingan yang hangat, penuh empati, dan memberikan ruang bagi para pasien untuk memperoleh penguatan rohani selama menjalani perawatan.
Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh agama Kristen yang senantiasa menunjukkan kepedulian dengan mendampingi pasien rawat inap di RSJ Bina Karsa. Menurutnya, pelayanan kepada orang sakit merupakan bagian penting dari pengabdian penyuluh agama kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan moral.
“Saudara-saudara kita yang sedang sakit perlu dijenguk, diperhatikan, dan mendapatkan pendampingan dari kita. Kehadiran kita di tengah-tengah mereka dapat memberikan semangat, motivasi, serta membantu mengurangi beban yang mereka rasakan. Karena itu, teruslah mendampingi dan memberikan perhatian kepada mereka yang sedang sakit. Semoga melalui kepedulian dan pelayanan yang tulus ini, kita mendapatkan rahmat Tuhan,” ujar Agus Salim.
Ia berharap kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bentuk nyata kehadiran Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan spiritual kepada masyarakat, termasuk pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pendampingan rohani dapat menjadi salah satu sumber penguatan batin bagi pasien, berjalan berdampingan dengan penanganan medis yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Sinergi antara pelayanan kesehatan dan dukungan spiritual diharapkan mampu membantu pasien menjalani proses pemulihan secara lebih optimal.
Kegiatan bimbingan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Sindar Purba dan Drammes Lumbantobing menunjukkan bahwa kepedulian, doa, dan motivasi spiritual merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan yang penting. Dengan pendampingan yang penuh kasih, para penyuluh agama diharapkan terus hadir untuk memberikan pengharapan dan semangat kepada pasien selama menjalani proses pemulihan.(Sp/PAI).

