Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., kembali memberikan bimbingan rohani kepada pasien rawat inap di RSJ Bina Karsa Medan, Jalan Palas III Nomor 19, Kelurahan Simpang Selayang, Kota Medan, pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Amalan yang Dapat Menentramkan Jiwa” sebagai upaya menghadirkan ketenangan batin bagi pasien beragama Islam, sementara pasien beragama lain tetap memperoleh pendampingan sesuai keyakinan masing-masing.
Dalam penyampaiannya, Paidi menegaskan bahwa ketenangan hati merupakan anugerah Allah SWT yang dapat diraih melalui ibadah dan kedekatan kepada-Nya. Ia mengawali materi dengan mengajak pasien memperbanyak dzikir dan istighfar sebagai amalan utama untuk membersihkan hati dari beban dosa sekaligus menumbuhkan ketenteraman jiwa.
“Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. Karena itu, perbanyaklah membaca tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan istighfar agar hati semakin dekat kepada Allah SWT,” ujar Paidi.
Selain dzikir, Paidi juga mengajak pasien untuk membiasakan membaca Al-Qur’an, menjaga salat wajib dan salat sunnah, serta memperkuat sikap tawakal kepada Allah SWT. Menurutnya, membaca ayat-ayat seperti Ayat Kursi maupun surah-surah pendek dapat menjadi penguat hati, sementara salat yang khusyuk membantu menghadirkan ketenangan di tengah berbagai ujian kehidupan.
Ia juga menjelaskan pentingnya memperbanyak sedekah, menumbuhkan rasa syukur, bersabar menghadapi ujian, serta mengikuti majelis ilmu sebagai jalan memperoleh rahmat Allah SWT. Rangkaian amalan tersebut diharapkan dapat membantu pasien membangun optimisme dan semangat menjalani proses pemulihan.
Sebagai penguat spiritual, Paidi membimbing pasien membaca beberapa doa yang diajarkan dalam Islam, di antaranya doa Nabi Yunus “Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimin,” doa memohon jiwa yang tenang, serta doa perlindungan dari rasa sedih dan kegelisahan. Menurutnya, doa-doa tersebut dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menguatkan hati dalam menghadapi cobaan.
“Doa adalah bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Ketika hati gelisah, berdoalah dengan penuh keyakinan karena Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan,” tambah Paidi.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi konsistensi para penyuluh agama dalam memberikan pendampingan rohani di RSJ Bina Karsa. Menurutnya, kehadiran penyuluh secara berkesinambungan menjadi bentuk pelayanan keagamaan yang memberikan harapan, semangat, dan dukungan moral bagi para pasien selama menjalani perawatan.
“Semoga kehadiran penyuluh agama Islam dapat menambah semangat, meringankan beban pikiran, serta menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan ketenangan batin bagi pasien,” ungkap H. Agus Salim.
Kegiatan bimbingan rohani di RSJ Bina Karsa Medan menjadi wujud nyata komitmen KUA Medan Sunggal dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh aspek spiritual masyarakat. Melalui dzikir, doa, Al-Qur’an, salat, dan berbagai amalan penyejuk hati, diharapkan pasien memperoleh ketenangan batin yang dapat mendukung proses pemulihan serta menumbuhkan harapan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.(Paidi).

