Penyuluh Agama Islam KUA Medan Amplas Ajak Jemaah Majelis Taklim Assa’adah Terapkan Akidah dalam Aktivitas Ekonomi

Medan Amplas (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, Dr. Syarto, Lc., M.A., mengajak jemaah Majelis Taklim Assa’adah untuk menjadikan akidah sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) bidang akidah pada Rabu (21/10/2026) dengan tema “Akidah yang Lurus, Mu’amalah yang Benar: Menghadirkan Iman dalam Aktivitas Ekonomi.”

Dalam penyuluhannya, Dr. Syarto menjelaskan bahwa keimanan tidak hanya tercermin dalam pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga terlihat dari cara seseorang mencari rezeki, mengelola harta, dan berinteraksi dengan orang lain. Akidah yang benar semestinya melahirkan perilaku ekonomi yang jujur, amanah, adil, serta sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Ia menerangkan bahwa keyakinan kepada Allah SWT harus menjadi pedoman dalam setiap tindakan, termasuk ketika melakukan transaksi jual beli, menjalankan pekerjaan, maupun mengelola keuangan keluarga. Kesadaran bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT diharapkan mendorong seorang Muslim untuk menjauhi kecurangan, menjaga kepercayaan, dan menghormati hak orang lain.

Dr. Syarto juga menjelaskan bahwa aktivitas ekonomi dalam Islam tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan materi. Proses memperoleh penghasilan, cara melakukan transaksi, hingga penggunaan harta harus memperhatikan nilai halal dan haram serta prinsip keadilan. Dengan demikian, mencari rezeki dapat menjadi bagian dari pengamalan agama apabila dilakukan melalui cara yang benar dan membawa manfaat bagi sesama.

Dalam materinya, ia mengacu pada firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa ayat 29 yang melarang orang-orang beriman memakan harta sesama dengan cara yang batil, kecuali melalui perdagangan yang berlangsung atas dasar suka sama suka. Ayat tersebut menjadi landasan penting dalam membangun praktik mu’amalah yang menjunjung kejujuran, kerelaan para pihak, kejelasan transaksi, serta penghormatan terhadap hak masing-masing.

Lebih lanjut, Dr. Syarto mengingatkan bahwa penerapan akidah dalam aktivitas ekonomi dapat diwujudkan melalui perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Seorang pedagang, misalnya, harus menjelaskan kondisi barang secara jujur, tidak mengurangi timbangan, dan memenuhi kesepakatan dengan pembeli. Begitu pula dalam pekerjaan, setiap Muslim dituntut menjaga amanah, menghindari penghasilan yang tidak halal, serta menggunakan harta secara bijaksana.

Ia juga mengajak jemaah agar lebih cermat dalam menyikapi berbagai tawaran ekonomi yang menjanjikan keuntungan besar. Sebelum melakukan transaksi, masyarakat perlu memahami akad, ketentuan, dan risiko yang menyertainya, sehingga tidak mudah terjebak dalam praktik yang merugikan atau bertentangan dengan syariat. Pemahaman agama yang baik diharapkan menjadi bekal bagi masyarakat dalam mengambil keputusan ekonomi secara bertanggung jawab.

Kegiatan Bimluh tersebut sejalan dengan arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., kepada seluruh Penyuluh Agama Islam, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) agar senantiasa memberikan pelayanan dan bimbingan yang prima serta berdampak nyata di tengah masyarakat. Arahan tersebut menjadi landasan bagi jajaran KUA Medan Amplas untuk menghadirkan pembinaan keagamaan yang tidak hanya memperkuat pemahaman, tetapi juga mendorong penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang memberikan kesempatan kepada jemaah untuk memperdalam pemahaman mengenai hubungan akidah dan perilaku ekonomi. Melalui diskusi tersebut, pesan-pesan keagamaan diharapkan semakin mudah dipahami dan diterapkan dalam berbagai situasi, mulai dari bekerja, berdagang, mengelola keuangan keluarga, hingga membangun hubungan sosial yang dilandasi kejujuran dan kepercayaan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan salat Isya berjamaah sebagai bentuk penguatan ibadah sekaligus mempererat kebersamaan ant jemaah. Suasana kebersamaan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan lingkungan majelis taklim yang tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang untuk memperkuat silaturahmi dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama.

Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Medan Amplas terus berupaya menghadirkan bimbingan keagamaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penyuluh Agama Islam diharapkan mampu membantu jemaah memahami bahwa ajaran Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk kegiatan ekonomi dan pengelolaan harta.

Pada akhirnya, akidah yang lurus diharapkan melahirkan mu’amalah yang benar. Ketika iman menjadi landasan dalam mencari rezeki dan mengelola harta, aktivitas ekonomi tidak hanya menghasilkan manfaat secara materi, tetapi juga menjadi bagian dari pengamalan agama untuk membangun kehidupan yang adil, bertanggung jawab, dan penuh keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *