Medan (Humas) Pengawas Pendidikan Agama Katolik tingkat Sekolah Dasar Kementerian Agama Kota Medan, Sarmin Sihombing, bersama guru agama Katolik dalam binaannya melaksanakan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) pada Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini berlangsung di UPT SD Negeri 068008 Medan, Jalan Damar VIII No. 1, Perumnas Simalingkar, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Kegiatan KKG tersebut menjadi wadah bagi para guru agama Katolik untuk memperdalam pengetahuan, berbagi pengalaman, serta meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan pembelajaran. Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuan profesional dan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Materi yang dibahas dalam kegiatan KKG kali ini adalah “Penguatan Pembelajaran Mendalam” dengan menghadirkan Sringenana Ginting sebagai narasumber dari teman sejawat dalam KKG binaan. Materi tersebut menekankan pentingnya penguatan proses pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk memahami materi secara lebih mendalam, berpikir kritis, serta mampu menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari.
Sarmin Sihombing menyampaikan bahwa kegiatan KKG merupakan sarana penting bagi guru agama Katolik untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran. “Melalui KKG, para guru dapat saling berbagi pengalaman dan memperkuat kompetensi dalam menerapkan pembelajaran mendalam bagi peserta didik,” ungkap Sarmin.
Sebagai narasumber, Sringenana Ginting menjelaskan bahwa penguatan pembelajaran mendalam perlu didukung dengan strategi pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Ia juga menyampaikan, “kita berharap melalui materi ini, para guru semakin memahami dan mampu menerapkan pembelajaran mendalam sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik,” ungkap Sringenana.
Melalui kegiatan KKG ini, Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan bersama guru agama Katolik diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dan semangat belajar bersama. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan agama Katolik di tingkat sekolah dasar, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan semakin berkualitas, bermakna, dan mampu membentuk karakter peserta didik yang beriman serta berakhlak mulia.

