Medan (Humas) – Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, membentuk karakter, serta membangun ketahanan spiritual setiap anggotanya. Penguatan kehidupan beragama dari lingkungan keluarga menjadi penting agar nilai-nilai ajaran Islam tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menyadari hal tersebut, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, H.M. Affan Sihite, hadir memberikan bimbingan rohani dan penyuluhan agama kepada Ibu Mardiah Nasution beserta anak-anaknya di Jalan Rakyat Ujung, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendampingan keagamaan secara langsung sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, Affan memberikan bimbingan dan nasihat keagamaan mengenai pentingnya menjaga keimanan serta menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Ia mengingatkan bahwa keteguhan iman perlu dirawat melalui pembiasaan ibadah, memperbanyak doa, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, setiap anggota keluarga memiliki peran dalam menciptakan suasana rumah yang religius dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Penguatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Affan menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan pendidikan dan pembinaan agama. “Keteguhan iman perlu terus dijaga dan ditanamkan dalam lingkungan keluarga, dimulai dari membiasakan ibadah, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan,” ungkapnya. Menurutnya, penguatan rohani tidak hanya diperlukan ketika menghadapi kesulitan, tetapi juga harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, setiap anggota keluarga dapat tumbuh dengan landasan keimanan dan akhlak yang baik.
Sementara itu, bimbingan rohani yang diberikan secara langsung menjadi salah satu pendekatan penyuluh agama dalam menjangkau kebutuhan spiritual masyarakat. Kehadiran penyuluh di lingkungan keluarga membuka ruang untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan suasana yang lebih dekat dan kekeluargaan. Senada dengan hal itu, pembinaan keagamaan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pemahaman agama, tetapi juga mendorong penerapannya dalam kehidupan nyata. Nilai-nilai seperti kesabaran, rasa syukur, kepedulian, dan saling menghormati menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang harmonis.
Selain memberikan penguatan keimanan, kegiatan tersebut juga menjadi wujud kepedulian penyuluh agama terhadap pembinaan kehidupan beragama masyarakat. Pendekatan secara langsung memungkinkan pesan keagamaan disampaikan dengan lebih personal sesuai dengan kondisi lingkungan keluarga. Melalui pendampingan ini, masyarakat diharapkan semakin termotivasi untuk menjaga hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan antarsesama anggota keluarga. Upaya tersebut menjadi bagian dari peran penyuluh agama dalam menghadirkan nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan bimbingan rohani ini, Kementerian Agama Kota Medan terus mendorong optimalisasi peran penyuluh agama dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat. Penguatan keimanan dari lingkungan keluarga diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan memiliki ketahanan spiritual. Selain itu, keluarga yang menjadikan agama sebagai pedoman diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang penuh ketenangan, kepedulian, dan keharmonisan. Dengan demikian, upaya merawat keteguhan iman dapat dimulai dari rumah dan tumbuh menjadi kekuatan positif dalam kehidupan bermasyarakat.

