Medan (Humas) – Upaya memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama terus dilakukan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan di tengah masyarakat. Pada Kamis (29/10/2026), H.M. Affan Sihite, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan, hadir memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada jamaah ibu-ibu Majelis Taklim (MT) Ubudiyah. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Permai, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan. Kehadiran penyuluh agama ini menjadi bagian dari upaya mendampingi masyarakat dalam meningkatkan pemahaman keagamaan serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Bimbingan dan penyuluhan keagamaan menjadi salah satu sarana untuk memperluas wawasan jamaah sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual. Melalui kegiatan majelis taklim, masyarakat memiliki kesempatan untuk belajar, berdiskusi, dan memperdalam pemahaman terhadap ajaran agama. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan mempererat silaturahmi antarsesama jamaah. Dengan adanya pendampingan dari penyuluh agama, diharapkan materi keagamaan dapat semakin dekat dengan kehidupan dan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, H.M. Affan Sihite memberikan bimbingan kepada jamaah dengan mengedepankan pentingnya menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Penyuluhan keagamaan tidak hanya berorientasi pada penambahan pengetahuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran untuk menerapkan ajaran Islam secara konsisten. Sementara itu, majelis taklim memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan keagamaan, khususnya bagi kaum ibu. Melalui kegiatan tersebut, jamaah diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat.
Affan Sihite menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan dan penyuluhan merupakan bagian dari tanggung jawab penyuluh agama dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat. Ia berharap kegiatan majelis taklim dapat terus menjadi sarana pembelajaran dan penguatan keimanan bagi para jamaah. “Saya berharap melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, para jamaah semakin memahami ajaran agama dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. Menurutnya, pemahaman agama yang baik perlu diiringi dengan kesungguhan untuk menerapkannya dalam sikap dan perbuatan.
Senada dengan hal itu, keberadaan majelis taklim di lingkungan masyarakat memiliki kontribusi penting dalam membangun kehidupan keagamaan yang lebih baik. Kegiatan pembinaan seperti ini juga membuka ruang bagi jamaah untuk memperoleh pemahaman yang lebih terarah mengenai ajaran Islam. Selain itu, interaksi antara penyuluh agama dan jamaah dapat memperkuat hubungan silaturahmi serta mendukung keberlanjutan pembinaan keagamaan. Dengan demikian, majelis taklim tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga wadah untuk bertumbuh dalam pengetahuan dan pengamalan agama.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Medan terus mendorong peran aktif penyuluh agama dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat. Pendampingan keagamaan di tengah majelis taklim diharapkan mampu membentuk pribadi yang beriman, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial. Selain itu, kegiatan serupa perlu terus dilaksanakan secara berkesinambungan agar manfaat pembinaan dapat dirasakan lebih luas. Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat menjadi salah satu wujud komitmen Kemenag dalam memperkuat kehidupan keagamaan yang harmonis.

