Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan pelayanan rohani di Rumah Sakit (RS) Royal Prima, Jalan Ayahanda Nomor 68A, Kecamatan Medan Petisah, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kehadiran penyuluh agama dalam memberikan perhatian dan penguatan spiritual kepada masyarakat. Pelayanan rohani di lingkungan rumah sakit memiliki makna penting, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi kondisi kesehatan dan membutuhkan dukungan batin. Melalui kegiatan tersebut, penyuluh agama diharapkan dapat menghadirkan penghiburan serta menumbuhkan pengharapan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rudi Nainggolan, S.Th., Remulus Situmorang, S.Th., Novina Baraja, S.Th., M. Simamora, S.Th., dan Windu Manik, S.Th. Kehadiran para penyuluh agama tersebut mencerminkan keterlibatan Kemenag Kota Medan dalam memberikan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Selain memberikan pendampingan spiritual, kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat yang berada di lingkungan rumah sakit. Pelayanan rohani diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperoleh ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai keadaan.
Dalam kehidupan, kondisi sakit sering kali menghadirkan tantangan yang tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga secara emosional dan spiritual. Oleh karena itu, penguatan rohani menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung seseorang dalam menjalani masa pemulihan. Sementara itu, kehadiran penyuluh agama di lingkungan rumah sakit juga menunjukkan bahwa pelayanan keagamaan dapat menjangkau berbagai ruang kehidupan masyarakat. Dengan pendekatan yang penuh kepedulian, pesan-pesan keagamaan diharapkan mampu memberikan semangat dan penghiburan.
Salah seorang penyuluh yang hadir menyampaikan bahwa pelayanan rohani merupakan bentuk kepedulian untuk mendampingi masyarakat dalam berbagai situasi kehidupan. Menurutnya, dukungan spiritual diharapkan dapat membantu seseorang menemukan ketenangan dan tetap memiliki pengharapan ketika menghadapi masa sulit. “Kami berharap kehadiran pelayanan rohani ini dapat memberikan penguatan, penghiburan, serta semangat bagi mereka yang sedang menjalani perawatan,” ungkapnya. Melalui pendampingan tersebut, nilai kasih, kepedulian, dan kebersamaan diharapkan semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Senada dengan hal itu, pelayanan keagamaan di fasilitas kesehatan menjadi bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai spiritual yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dukungan rohani dapat memberikan ruang bagi pasien maupun keluarga untuk memperoleh penguatan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Selain itu, keterlibatan penyuluh agama juga memperluas jangkauan pembinaan keagamaan hingga ke lingkungan pelayanan kesehatan. Hal ini sejalan dengan peran penyuluh agama sebagai pendamping masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih bermakna.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Medan diharapkan terus memperkuat pelayanan keagamaan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Kehadiran penyuluh agama di rumah sakit menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kebutuhan spiritual masyarakat. Pelayanan semacam ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat saling menguatkan dan mempererat kepedulian antarsesama. Dengan demikian, nilai-nilai keagamaan dapat hadir sebagai sumber pengharapan dan ketenangan dalam berbagai keadaan kehidupan.

