Medan (Humas) – Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., MA, mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum introspeksi diri dan perbaikan akhlak. Seruan ini disampaikannya dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar di Masjid Salman, Jalan STM, Kelurahan Sitirejo II, Kecamatan Medan Amplas, pada Senin (29/9).
“Maulid Nabi bukan sekadar perayaan kelahiran Rasulullah SAW, tetapi merupakan momen penting untuk meneladani akhlak mulia beliau, seperti kasih sayang, kejujuran, kesabaran, dan rasa persaudaraan,” ujar Lukman dalam sambutannya.
Ia juga menyinggung pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai figur utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, disorientasi keteladanan yang terjadi di kalangan umat Islam saat ini merupakan penyebab utama kemunduran moral.

Sebagai ilustrasi, Lukman menyampaikan kisah dari Muktamar Islam Internasional yang pernah digelar di London pada tahun 1950. Dalam muktamar tersebut, delegasi Indonesia dari Partai Masyumi, Mohd Natsir, menyampaikan bahwa kemunduran umat Islam bukan karena kekurangan orang pintar, tetapi karena krisis akhlak akibat tidak menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama.
“Allah SWT sendiri memuji akhlak Nabi dalam Al-Qur’an, sebagaimana dalam Q.S Al-Qalam ayat 4. Kalau manusia memuji manusia, itu biasa. Tapi jika Tuhan memuji manusia, itu luar biasa,” tegas Lukman.
Acara Maulid juga diisi dengan tausiyah oleh Al-Ustadz Defrizal Lubis, S.Pd.I, yang menyampaikan kisah-kisah teladan dari kehidupan Rasulullah SAW. Ia menekankan bahwa akhlak Rasulullah penuh kelembutan, kesabaran, dan etika, baik dalam kehidupan rumah tangga maupun dalam bermasyarakat.
“Seorang Muslim sejati harus memberi manfaat dan kenyamanan bagi orang lain. Itulah esensi dari ajaran Rasulullah SAW,” ungkap Ustadz Defrizal.
Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Salman, H. Abdul Wahid Siregar, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada Remaja Masjid Salman sebagai penggagas dan pelaksana kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif generasi muda sangat penting dalam menjaga semangat syiar Islam.
“Mulai dari penyusunan proposal hingga pelaksanaan acara, semuanya digagas oleh remaja masjid. Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh penampilan tim sholawat Al Ikram serta pembagian hadiah perlombaan seperti adzan, busana Muslim, dan hafalan surat-surat pendek,” kata Wahid.
Acara turut dihadiri oleh Lurah Harjosari II, Ketua BKPRMI Kota Medan, para kepala lingkungan, dan ratusan jemaah Masjid Salman yang memenuhi area masjid dalam suasana penuh khidmat dan kekhusyukan.

