Penyuluh Agama Kristen Bimroh bagi Pasien Hemodialisa RS St. Elisabet Medan

Medan (Humas) – Pelayanan rohani kembali dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Sadar Kurniawati Harefa, S.Th, yang memberikan penguatan iman dan penghiburan bagi para pasien di ruang Hemodialisa (Cuci Darah) RS St. Elisabet Medan pada Rabu, 19 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan rutin yang bertujuan memberikan dukungan spiritual bagi pasien yang sedang menjalani proses pengobatan jangka panjang.

Dalam pelayanannya, Penyuluh Agama Kristen tidak hanya memberikan doa, tetapi juga kehadiran yang membangun kedekatan secara emosional dengan para pasien. Salah satu yang turut mendapat pendampingan adalah seorang pasien muda berusia 25 tahun yang telah menjalani terapi cuci darah selama empat tahun. Kondisi itu bukan hanya melelahkan secara fisik, tetapi juga menguras kekuatan mental dan spiritual. Kehadiran penyuluh di tengah perjuangan panjang tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat dan keyakinan pasien untuk tetap teguh menjalani proses penyembuhan.

Di Ruang Pauline, penyuluh juga memberikan penguatan rohani kepada keluarga Ibu Bejo Tumanggor, seorang pasien yang telah tidak sadarkan diri selama 20 hari. Suasana haru dan penuh keprihatinan sangat terasa di ruang perawatan, namun penyuluh berupaya menghadirkan penghiburan dan ketenangan melalui doa, firman, serta penguatan hati bagi keluarga yang terus setia mendampingi.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa para pasien dan keluarganya tidak berjalan sendiri. Dalam situasi yang berat sekalipun, Tuhan tetap menyediakan kekuatan, penghiburan, dan harapan. Pelayanan ini kami lakukan agar mereka tetap merasakan kasih Tuhan yang terus menyertai,” ungkap Sadar Kurniawati Harefa, S.Th.

Pelayanan rohani tersebut merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Agama Kota Medan dalam mendampingi masyarakat secara holistik—tidak hanya secara administratif dan pembinaan, tetapi juga melalui pendekatan pastoral. Dengan dukungan spiritual yang diberikan secara konsisten, diharapkan para pasien mendapatkan ketenangan batin, kekuatan baru, serta keyakinan bahwa proses pemulihan yang mereka jalani berada dalam tuntunan dan kehendak Tuhan.

RS St. Elisabet Medan mengapresiasi kehadiran penyuluh agama dalam memberikan pelayanan rohani yang humanis, empatik, dan penuh ketulusan. Pendampingan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan spiritual bagi para pasien yang membutuhkan perhatian khusus selama menjalani perawatan medis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *