Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen dan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal kembali melaksanakan bimbingan kerohanian bagi para pasien di Rumah Sakit Jiwa Bina Karsa Medan pada Rabu (3/12). Kegiatan rutin ini bertujuan memberikan dukungan spiritual, menumbuhkan motivasi hidup, serta membantu menghadirkan ketenangan batin bagi pasien yang sedang menjalani perawatan.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Penyuluh Agama Kristen Sinder Purba, S.Th., M.Pd., serta Drames Lumban Tobing, S.Th., M.Pd.K. Keduanya menyampaikan materi tentang kasih, pengampunan, serta pentingnya dukungan keluarga. “Kami ingin para pasien merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Kasih dan penerimaan adalah pintu awal pemulihan,” ujar Sinder Purba.
Suasana bimbingan berlangsung hangat dan komunikatif. Drames Lumban Tobing menambahkan bahwa dukungan spiritual menjadi bagian penting dalam memperkuat mental pasien. “Kami memberikan peneguhan iman agar mereka memiliki harapan baru untuk menjalani proses terapi,” katanya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam yang hadir, yaitu H. Fuji, MA., dan Paidi, S.Ag., memberikan tausiyah tentang pentingnya mengingat Allah dalam setiap ujian hidup serta menjaga ketenangan melalui dzikir dan sholawat. “Kami mengajak para pasien untuk kembali menata hati, karena ketenangan batin adalah kunci menghadapi setiap cobaan,” ujar Fuji.
Para pasien terlihat antusias mengikuti rangkaian penyuluhan. Kegiatan ini juga diisi dengan sesi dialog, tempat pasien dapat menyampaikan keluh kesah dan harapan mereka secara langsung. Pendekatan personal ini dinilai efektif memberikan dukungan psikologis sekaligus spiritual.
Pada penutupan kegiatan, para penyuluh dari kedua agama memanjatkan doa bersama bagi kesembuhan dan ketenangan para pasien. Pihak RSJ Bina Karsa turut menyampaikan apresiasi atas komitmen KUA Medan Sunggal yang secara konsisten menghadirkan bimbingan kerohanian. “Program seperti ini sangat membantu proses pemulihan pasien,” ujar salah satu perwakilan rumah sakit.
Kegiatan bimbingan kerohanian oleh Penyuluh Agama KUA Medan Sunggal ini menjadi bukti nyata sinergi lintas iman yang harmonis dalam memberikan dukungan bagi pemulihan mental dan spiritual pasien. Kehadiran penyuluh agama Islam dan Kristen tidak hanya memperkuat sisi religius, tetapi juga mempercepat proses penyembuhan psikologis melalui motivasi dan penguatan batin. (SP/PAI)

