Inisiasi Medan Islamic Festival 2025, Dorong Tumbuhnya Karakter Religius Generasi Muda

Medan (Humas) — Dalam rangka memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Labuhan, Khairul Anwar Saragi, S.H.I., menginisiasi pelaksanaan Medan Islamic Festival (MIF) 2025 yang digelar di Pesantren Tahfizh Zawiyatul Huffazh, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Senin (26/1/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Berlomba dalam Kebaikan” ini merupakan bagian dari upaya penyuluhan keagamaan yang menyasar generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam. Medan Islamic Festival 2025 diikuti oleh sekitar 180 peserta yang berasal dari lingkungan sekitar serta berbagai lembaga pendidikan.

Dalam pelaksanaannya, panitia menyelenggarakan enam cabang lomba yang meliputi hafalan 1 juz Al-Qur’an, tilawah Al-Qur’an, hafalan surah pendek, azan, serta lomba mewarnai untuk kategori anak-anak. Setiap cabang lomba dirancang sebagai media pembinaan mental, spiritual, serta pengembangan kepercayaan diri peserta.

Sebagai penggagas kegiatan, Khairul Anwar Saragi menegaskan bahwa Medan Islamic Festival merupakan bagian dari strategi dakwah yang menyentuh langsung lapisan masyarakat.

“Melalui kegiatan festival dan perlombaan seperti ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai keislaman dengan cara yang menyenangkan, sehingga anak-anak dan remaja tumbuh dengan semangat berprestasi dan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa penyuluh agama perlu menghadirkan metode dakwah yang adaptif dan kreatif agar pesan keagamaan lebih mudah diterima oleh generasi muda.

“Penyuluhan agama tidak hanya dilakukan melalui ceramah, tetapi juga melalui kegiatan edukatif dan kreatif yang mampu membangun karakter islami sejak dini,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, para orang tua peserta, serta keluarga besar Pesantren Tahfizh Zawiyatul Huffazh yang turut mendukung penuh jalannya acara hingga selesai. Antusiasme peserta dan kehadiran warga mencerminkan kuatnya sinergi antara penyuluh agama, lembaga pesantren, dan masyarakat.

Menurut Khairul, kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.

“Sinergi antara penyuluh agama, pesantren, dan masyarakat sangat penting untuk membina generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual,” tuturnya.

Melalui Medan Islamic Festival 2025 ini, diharapkan peran penyuluh agama Islam semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang mampu melahirkan generasi yang cinta Al-Qur’an, berakhlak baik, dan siap menjadi penerus bangsa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *