Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Amplas, H. Harun Arrasid, Lc., menyampaikan kajian rutin di Majelis Ta’lim Al Barokah yang berlokasi di Jalan Garu II A No. 13, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Rabu (28/1/2026). Kajian tersebut mengangkat tema “Kiat-kiat Menyambut Ramadhan”.
Dalam penyampaiannya, Harun Arrasid menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan memiliki peran penting dalam kehidupan umat Islam. Menurutnya, Ramadhan bukan hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga momentum pembentukan karakter dan penghapus dosa apabila dijalani dengan benar.
“Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia, hadir untuk melatih diri manusia agar menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus sebagai media penghapus dosa, apabila disambut dan dijalani dengan penuh keimanan dan keikhlasan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan tiga kiat utama dalam menyambut datangnya Ramadhan. Pertama, menyambut Ramadhan dengan rasa gembira dan penuh kebahagiaan. “Menyambut Ramadhan harus diawali dengan kegembiraan, karena kegembiraan terhadap datangnya bulan suci merupakan bagian dari keimanan,” katanya.
Kedua, mempersiapkan kesehatan jasmani agar pelaksanaan ibadah selama Ramadhan dapat berjalan dengan optimal. “Kesehatan fisik juga perlu dipersiapkan, sebab kondisi badan yang tidak fit akan menyulitkan seseorang dalam melaksanakan ibadah selama Ramadhan,” jelasnya.
Ketiga, membiasakan diri dengan meningkatkan amal ibadah sebelum Ramadhan tiba, sebagaimana teladan Rasulullah SAW. “Rasulullah SAW telah memberi contoh dengan meningkatkan amal ibadah sejak bulan Rajab dan Sya’ban, dan ketika Ramadhan tiba, ibadah tersebut semakin diperbanyak,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Harun Arrasid juga berpesan kepada para orang tua agar lebih aktif dalam menjaga dan mengawasi putra-putrinya, khususnya pada waktu Subuh dan malam hari selama bulan Ramadhan. “Saya mengajak para orang tua untuk lebih aktif mengawasi putra-putrinya agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah, seperti bermain petasan, membuat keributan, maupun asmara Subuh,” imbaunya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengarahkan anak-anak dan remaja mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan positif. “Ramadhan seharusnya diisi dengan kegiatan yang memakmurkan masjid dan mushalla melalui shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan kegiatan keagamaan lainnya,” tuturnya.
Kegiatan kajian rutin tersebut ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman, tertib, dan penuh keberkahan.

