BRUS KUA Medan Marelan Bekali Remaja Lintas Agama, dari Kesehatan hingga Pencegahan Kenakalan

Medan (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Marelan melalui Penyuluh Agama Islam menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di YPN Brigjend Katamso 2, Jalan Marelan Raya Pasar II Nomor 19, Kelurahan Rengas Pulau, Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan bagi para siswa dalam menghadapi masa remaja sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan dan nilai-nilai positif sebagai generasi penerus.

Menariknya, kegiatan BRUS kali ini tidak hanya diikuti oleh siswa beragama Islam. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang agama, yakni Islam, Kristen, Hindu dan Buddha. Keberagaman tersebut menjadikan kegiatan pembinaan berlangsung dalam suasana yang inklusif dan menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, tanggung jawab, saling menghormati serta membangun karakter remaja di tengah keberagaman.

Kepala KUA Kecamatan Medan Marelan, H. Ramlan, S.Ag., M.A., membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya melalui kegiatan yang positif, terutama dengan terus belajar dan mengembangkan potensi diri.

“Manfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya. Waktu yang dimiliki saat ini jangan disia-siakan, tetapi gunakan untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi. Masa muda adalah kesempatan untuk mempersiapkan diri agar kelak menjadi generasi yang sukses dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain,” pesannya.

H. Ramlan menekankan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter. Pada usia tersebut, para siswa mulai menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan, pergaulan dan perkembangan teknologi. Karena itu, diperlukan pendampingan dan pembinaan agar mereka mampu memilih pergaulan yang baik serta memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan.

“Remaja harus memiliki cita-cita dan tujuan yang jelas. Jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat merugikan masa depan. Jadikan sekolah sebagai tempat untuk menuntut ilmu, membangun karakter dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang lebih besar,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi dari sejumlah narasumber dengan tema yang berkaitan langsung dengan kehidupan remaja. Perwakilan Puskesmas Kelurahan Terjun, dr. Alfian Krisna, menyampaikan materi mengenai kesehatan remaja. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik maupun mental selama masa pertumbuhan.

Pembinaan kesehatan menjadi penting karena masa remaja merupakan periode perubahan yang membutuhkan perhatian dan pemahaman yang tepat. Para siswa didorong untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuh, menjaga pola hidup sehat dan memiliki kesadaran untuk mencari informasi kesehatan dari sumber yang dapat dipercaya.

Materi selanjutnya disampaikan H. Mhd. Rusli Nst yang membahas tentang berbakti kepada kedua orang tua dan guru. Materi tersebut mengajak para siswa memahami pentingnya menghormati orang tua dan guru sebagai orang-orang yang memiliki peran besar dalam pendidikan serta pembentukan karakter mereka.

H. Mhd. Rusli mengingatkan bahwa keberhasilan seorang anak tidak terlepas dari doa, perhatian dan pendidikan yang diberikan orang tua serta bimbingan para guru. Karena itu, sikap hormat, santun dan menghargai nasihat perlu terus dibangun dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Husein Ali Qosim memberikan materi mengenai upaya pencegahan kenakalan remaja sejak dini. Para peserta diajak mengenali berbagai bentuk perilaku yang dapat membawa dampak negatif terhadap masa depan serta pentingnya kemampuan memilih lingkungan pergaulan yang sehat.

Husein Ali Qosim menekankan bahwa pencegahan kenakalan remaja tidak dapat dilakukan setelah muncul masalah, tetapi perlu dimulai sejak dini melalui pembentukan karakter, penguatan nilai moral, komunikasi yang baik dengan orang tua dan guru, serta kemampuan remaja dalam mengendalikan diri.

“Remaja perlu memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. Karena itu, sebelum melakukan sesuatu, pikirkan dampaknya bagi diri sendiri, keluarga dan masa depan. Jangan sampai kesenangan sesaat justru mengorbankan cita-cita yang sedang dibangun,” pesannya.

Kegiatan BRUS tersebut dimoderatori oleh Koordinator Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Marelan, Hj. Nunung Ismayanti, M.A. Kegiatan turut dihadiri penghulu dan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Medan Marelan sebagai bagian dari dukungan terhadap pembinaan generasi muda di wilayah tersebut.

Kepala SMP Brigjend Katamso 2, Herliadi, S.H., M.Hum., S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada jajaran KUA Kecamatan Medan Marelan yang telah hadir memberikan pembinaan kepada para siswa. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi peserta didik karena berkaitan langsung dengan kehidupan dan tantangan yang mereka hadapi sebagai remaja.

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih atas kehadiran jajaran KUA Kecamatan Medan Marelan yang telah memberikan ilmu dan pembinaan kepada siswa dan siswi kami. Materi yang diberikan sangat bermanfaat dan menjadi bekal bagi mereka dalam menjalani kehidupan serta mempersiapkan masa depan,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena siswa membutuhkan pembinaan dari berbagai pihak, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan penguatan mental.

Menurut Herliadi, keterlibatan siswa dari berbagai agama dalam kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman positif bagi peserta didik. Mereka dapat mengikuti pembinaan secara bersama-sama sekaligus belajar membangun sikap saling menghargai di tengah keberagaman.

“Anak-anak kita berasal dari latar belakang yang beragam. Ini menjadi kesempatan yang baik bagi mereka untuk belajar bersama, saling menghargai dan membangun persaudaraan. Pendidikan karakter seperti ini sangat penting untuk kehidupan mereka ke depan,” katanya.

Kegiatan BRUS berlangsung dengan rangkaian penyampaian materi, diskusi dan interaksi bersama para narasumber. Para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari sebagai remaja.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata kepada pihak sekolah dan foto bersama. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme para siswa dalam mengikuti setiap materi yang diberikan.

Melalui kegiatan BRUS ini, KUA Kecamatan Medan Marelan berupaya memperluas peran pembinaan kepada generasi muda. Pembinaan remaja tidak hanya diarahkan pada aspek keagamaan, tetapi juga menyentuh kesehatan, pendidikan karakter, hubungan dengan orang tua dan guru serta upaya mencegah berbagai perilaku negatif sejak dini.

Kegiatan yang diikuti siswa lintas agama tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter dan memiliki masa depan yang baik. KUA Medan Marelan berharap nilai-nilai positif yang diperoleh selama BRUS dapat diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *