Medan (Humas) — Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran dan memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) serta Pembelajaran Mendalam (PM), Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Medan, Naila Amna, melaksanakan kegiatan supervisi dan bimbingan teknis (Bimtek) di madrasah binaan.
Kegiatan supervisi dilaksanakan pada (29/10) di MIS Al Anwar, dengan fokus pada pemantauan administrasi guru dalam penyusunan dan perancangan perangkat pembelajaran berbasis KBC dan PM. Supervisi ini menjadi bagian dari upaya pengawasan akademik untuk memastikan pelaksanaan kurikulum di madrasah berjalan sesuai standar serta berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Selanjutnya, kegiatan berlanjut dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran Mendalam, yang berlangsung selama dua hari di MIS Silaturahim, salah satu madrasah binaan Kemenag Kota Medan. Kegiatan tersebut diikuti oleh kepala madrasah dan seluruh guru.
Dalam arahannya, Naila Amna menegaskan pentingnya penerapan nilai cinta, empati, dan karakter dalam setiap proses pembelajaran.
“Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan kasih sayang, kepedulian, dan keteladanan sebagai landasan utama pendidikan. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan yang menumbuhkan karakter dan nilai kemanusiaan pada peserta didik,” ujar Naila Amna.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan kompetensi guru merupakan faktor penting dalam mewujudkan pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Supervisi dan pelatihan ini diharapkan dapat mendorong guru madrasah semakin profesional, kreatif, dan inovatif dalam merancang pembelajaran yang bermakna serta sesuai dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik madrasah, guna menciptakan pembelajaran yang humanis, inspiratif, dan berkarakter bagi peserta didik.

