Ka. KUA Medan Helvetia Dorong Edukasi CTPS sebagai Bagian dari PHBS

Medan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Helvetia H. Judri Hutagalung menghadiri peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sedunia tingkat Kota Medan yang dilaksanakan di SD Santo Thomas 2, Jalan Jawa, Kelurahan Sei Sikambing C-II, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (6/10/2026). Kehadiran Ka. KUA dalam kegiatan lintas sektoral tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kampanye perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai unsur yang memiliki peran dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan. Hadir Tim Penggerak PKK Kota Medan, Camat dan Sekcam, Danramil, Kapolsek, pihak Puskesmas, para lurah dan kepala lingkungan se-Kecamatan Medan Helvetia, serta jajaran kepala sekolah dan pendidik SD Santo Thomas 2.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Sekolah menjadi salah satu lingkungan strategis untuk memberikan edukasi sekaligus membiasakan anak-anak menerapkan perilaku hidup bersih, termasuk mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang benar.

Dalam rangkaian kegiatan, H. Judri Hutagalung turut menyampaikan doa sekaligus harapan agar peringatan Hari CTPS Sedunia tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi memberikan edukasi yang dapat dipraktikkan secara langsung oleh masyarakat, khususnya para peserta didik. Ia berharap anak-anak mendapatkan pemahaman yang benar mengenai pentingnya mencuci tangan dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada seluruh warga masyarakat, khususnya anak-anak didik, mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mempraktikkan gerakan enam langkah cuci tangan yang benar sesuai dengan standar kesehatan,” ujar Judri.

Menurutnya, pembiasaan mencuci tangan menggunakan sabun merupakan salah satu langkah sederhana yang memiliki manfaat besar dalam menjaga kesehatan. Kebiasaan tersebut perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak terbiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bagian dari pola hidup sehari-hari.

“Menjaga kebersihan itu sangat penting karena kebersihan merupakan sebagian dari wujud keimanan. Karena itu, kebiasaan hidup bersih perlu kita ajarkan dan tanamkan kepada anak-anak sejak dini agar menjadi bagian dari karakter mereka,” lanjutnya.

Judri juga menekankan bahwa mengajarkan anak-anak cara mencuci tangan yang benar dapat menjadi salah satu langkah dalam mencegah berbagai penyakit menular. Menurutnya, pembiasaan CTPS juga berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan anak sehingga proses tumbuh kembang dapat berlangsung secara optimal.

“Mengajarkan anak-anak sekolah cara mencuci tangan yang benar merupakan salah satu langkah untuk mencegah penyakit menular, termasuk menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting. Dengan pembiasaan CTPS, anak-anak dapat tetap sehat sehingga penyerapan gizi dapat berlangsung secara optimal untuk mendukung pertumbuhan otak dan fisik mereka,” himbau Judri.

Ia berharap edukasi dan praktik CTPS yang dilakukan secara bersama-sama dapat membangun kesadaran masyarakat bahwa kesehatan dimulai dari kebiasaan sederhana. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah menggunakan toilet, maupun setelah melakukan aktivitas tertentu perlu terus diperkuat melalui edukasi yang berkelanjutan.

Lebih dari itu, Judri menilai kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektoral dalam memberikan perhatian terhadap kesehatan dan pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, anak-anak yang tumbuh sehat akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa.

“Harapan kita, kegiatan ini dapat melahirkan generasi yang sehat sebagai penerus pembangunan masa depan bangsa. Anak-anak yang sehat akan lebih siap belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Judri juga mengaitkan pentingnya menjaga kebersihan jasmani dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam agama. Kebersihan tidak hanya dipahami sebagai upaya menjaga tubuh dari kotoran dan penyakit, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan pribadi yang memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan diri, lingkungan, serta kehidupan spiritual.

“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Agama juga mengajarkan bahwa sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersih dan bertaubat. Karena itu, kebersihan hendaknya kita maknai secara menyeluruh, baik kebersihan jasmani maupun kebersihan jiwa dan rohani,” katanya.

Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia tingkat Kota Medan tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya PHBS. Melalui sinergi pemerintah, unsur kesehatan, pendidikan, keagamaan, dan masyarakat, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun diharapkan semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan anak-anak sebagai generasi penerus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *