Kemenag Medan Perkuat Pembinaan Seni Budaya Keagamaan Melalui Workshop PESPARAWI XIV Nasional

Manokwari (Humas) — Kemenag Medan terus memperkuat pembinaan seni budaya keagamaan melalui partisipasi dalam Seminar dan Workshop PESPARAWI XIV Tingkat Nasional yang berlangsung di Hotel Aston Niu Manokwari, Papua Barat, Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian PESPARAWI XIV Nasional yang diikuti oleh perwakilan Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah (LPPD) dari 38 provinsi se-Indonesia.

Workshop mengangkat tema “PESPARAWI Masa Depan yang Berkelanjutan dengan Pendekatan Budaya, Ekonomi Kreatif, dan Pariwisata”. Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Agama, LPPN, LPPD, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan PESPARAWI agar tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kasi Bimas Kristen Kemenag Medan, Maruli Tua Hasugian, mengatakan bahwa keikutsertaan dalam forum nasional tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pembinaan umat melalui pengembangan seni budaya keagamaan yang adaptif dan berkelanjutan. Menurutnya, forum seperti ini menjadi sarana penting untuk memperkaya wawasan, memperluas jejaring, serta menyerap berbagai praktik baik yang dapat diterapkan di daerah.

“PESPARAWI adalah kegiatan akbar umat Kristiani melalui lagu-lagu pujian kepada Tuhan. Melalui tema seminar ini, kita ingin mendorong agar penyelenggaraan PESPARAWI semakin berkelanjutan dan mampu bersinergi dengan pemerintah daerah melalui pendekatan budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata,” ujar Maruli.

Ia menambahkan bahwa pengembangan PESPARAWI memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Forum ini menjadi ruang yang sangat baik untuk bertukar pengalaman, memperkuat jejaring, dan memperoleh berbagai gagasan baru dalam pengembangan PESPARAWI di daerah. Pengetahuan yang diperoleh tentu akan menjadi bekal dalam pembinaan umat dan pengembangan kegiatan keagamaan di Kota Medan,” lanjutnya.

Salah seorang ASN Kemenag Medan yang mengikuti workshop, Marthin Nainggolan, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari materi dan diskusi yang berlangsung selama kegiatan. Menurutnya, forum nasional tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari berbagai strategi pengembangan PESPARAWI yang telah diterapkan di berbagai daerah.

“Workshop ini memberikan pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana PESPARAWI dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami juga mendapatkan banyak pengalaman dan praktik baik dari daerah lain yang dapat menjadi inspirasi untuk pengembangan PESPARAWI di Kota Medan,” ungkap Marthin.

Menurutnya, pertukaran pengalaman antardaerah menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di tingkat lokal.

“Melalui pertemuan ini, kami dapat bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai provinsi. Tentu hal ini menjadi bekal yang berharga untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan penyelenggaraan PESPARAWI di daerah,” tambahnya.

Maruli berharap hasil-hasil pembahasan dalam workshop dapat diimplementasikan di daerah guna memperkuat pembinaan seni musik gerejawi serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan PESPARAWI di masa mendatang.

“Melalui forum seperti ini, kita memperoleh banyak masukan dan perspektif baru yang dapat menjadi dasar dalam memperkuat pembinaan, koordinasi, dan pengembangan PESPARAWI di tingkat daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *