Kemenag Medan Perkuat Peran Penyuluh Agama Buddha melalui Forum Koordinasi Nasional PPABDI

Medan (Humas) — Kemenag Medan terus memperkuat peran dan kapasitas Penyuluh Agama Buddha melalui partisipasi aktif dalam Forum Koordinasi Nasional Perkumpulan Penyuluh Agama Buddha Dhammaghosaka Indonesia (PPABDI). Upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Penyuluh Agama Buddha Kemenag Medan, Ari Suryana, yang mewakili Penyuluh Agama Buddha se-Provinsi Sumatera Utara dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (24/6/2026).

Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh pengurus dan perwakilan Penyuluh Agama Buddha dari berbagai provinsi di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi profesi serta meningkatkan sinergi antarpenyuluh dalam mendukung pelaksanaan tugas kepenyuluhan dan pembinaan umat di seluruh Indonesia.

Salah satu agenda utama yang dibahas dalam rapat adalah persiapan pengukuhan pengurus PPABDI yang diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kelembagaan organisasi serta meningkatkan peran PPABDI sebagai wadah profesional bagi Penyuluh Agama Buddha. Selain itu, peserta juga membahas rencana pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PPABDI Tahun 2026 yang akan menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan dan program kerja organisasi ke depan.

Dalam pembahasan tersebut, para peserta memberikan berbagai masukan terkait penguatan kapasitas penyuluh, pengembangan kompetensi, serta perluasan jejaring kerja sama antar Penyuluh Agama Buddha di seluruh Indonesia guna mendukung pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Buddha Kemenag Medan, Ari Suryana, menyampaikan bahwa keberadaan PPABDI memiliki peran penting dalam mendukung profesionalisme penyuluh agama di tengah perkembangan masyarakat yang semakin dinamis. Menurutnya, organisasi profesi menjadi wadah strategis untuk memperkuat kompetensi, jejaring, dan kolaborasi antarpenyuluh dalam menjalankan tugas pembinaan umat.

“PPABDI menjadi wadah bagi para penyuluh untuk saling berbagi pengalaman, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat kolaborasi dalam melaksanakan tugas pembinaan umat. Melalui organisasi profesi yang kuat, diharapkan kualitas pelayanan dan penyuluhan kepada masyarakat juga semakin meningkat,” ujar Ari Suryana.

Rapat koordinasi juga membahas sejumlah program yang akan dilaksanakan PPABDI pada tahun 2026, termasuk pengembangan kapasitas penyuluh, pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan kepenyuluhan, penguatan literasi keagamaan, serta peningkatan kontribusi penyuluh dalam mendukung program-program Kementerian Agama.

Melalui forum koordinasi tersebut, Kemenag Medan berharap para penyuluh agama terus meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring kolaborasi, serta memperkuat peran strategisnya sebagai garda terdepan dalam pembinaan umat. Keikutsertaan dalam forum nasional juga menjadi sarana untuk menyerap berbagai gagasan dan praktik baik yang dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas kepenyuluhan di daerah.

Partisipasi Kemenag Medan dalam rapat koordinasi PPABDI ini mencerminkan komitmen untuk terus mendukung pengembangan profesi penyuluh agama Buddha sekaligus memperkuat kualitas layanan keagamaan yang inklusif, profesional, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *