Medan, (Humas). Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Labuhan, H. Ali Bata Ritonga, Lc., M.Ag., mengajak masyarakat untuk tidak terlalu larut dalam mengejar kehidupan dunia hingga melupakan persiapan menghadapi kehidupan akhirat.
Pesan tersebut disampaikan H. Ali Bata Ritonga dalam khutbah Jumat di Masjid Amaliyah, Jumat (25/09/2026). Dalam khutbahnya, ia mengingatkan jamaah bahwa kehidupan dunia pada hakikatnya bersifat sementara dan seluruh manusia pada akhirnya akan meninggalkan dunia.
H. Ali Bata menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki angan-angan, harapan dan cita-cita dalam kehidupannya. Namun, tidak semua yang diinginkan dapat diraih. Menurutnya, ada satu perkara yang pasti akan dialami oleh setiap manusia, yaitu kematian.
“Kita semua punya angan-angan, harapan atau cita-cita. Tetapi tidak ada satu pun yang pasti kita dapat dari semua yang kita inginkan. Hanya ada satu yang pasti, yaitu kematian,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengingatkan jamaah agar tidak sampai terlena dengan kesibukan mengejar harta, jabatan, kedudukan maupun berbagai kesenangan dunia, sehingga lupa mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian.
Ia kemudian mengingatkan jamaah melalui kisah Qarun dan Fir’aun. Qarun yang dikenal memiliki kekayaan melimpah tetap menghadapi kematian. Begitu pula Fir’aun yang memiliki kekuasaan besar, pada akhirnya tidak mampu menghindari kematian.
“Sekaya apa pun Qarun, tetap mati juga. Sehebat apa pun Fir’aun dengan kekuasaannya, tetap mati juga,” tegasnya.
Menurut H. Ali Bata, ketika kematian telah datang, manusia tidak lagi memiliki kesempatan untuk kembali ke dunia guna memperbaiki amal. Yang tersisa hanyalah penyesalan dan keinginan agar diberikan kesempatan kembali untuk berbuat kebaikan.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Mu’minun ayat 99–100, yang menggambarkan keadaan orang yang telah didatangi kematian dan memohon agar dikembalikan ke dunia untuk melakukan amal saleh.
“Kalau sudah wafat, yang ada hanyalah penyesalan. Ingin dikembalikan ke dunia lagi. Bukan untuk jadi pejabat, bukan untuk mencari harta, tetapi untuk beramal walau sesaat. Tapi itu hal yang mustahil,” jelasnya.
Selain itu, H. Ali Bata juga mengingatkan jamaah dengan QS. Al-Munafiqun ayat 9–10, yang mengingatkan orang-orang beriman agar harta dan anak-anak tidak melalaikan dari mengingat Allah SWT. Ayat tersebut juga mengingatkan manusia agar menginfakkan sebagian rezeki sebelum datang kematian.
Ia menegaskan bahwa Islam tidak melarang umatnya bekerja, mencari rezeki maupun memiliki cita-cita. Namun, kecintaan terhadap dunia jangan sampai membuat manusia melupakan tujuan utama kehidupan, yaitu beribadah dan mempersiapkan diri untuk menghadap Allah SWT.
“Jangan terlalu besar obsesi kita mengejar dunia, karena semuanya akan kita tinggalkan. Dunia ini tempat kita menjalani kehidupan sekaligus menanam amal, sedangkan akhirat adalah tempat kita mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatan,” pungkasnya.
Melalui khutbah tersebut, H. Ali Bata mengajak jamaah untuk memanfaatkan kesempatan hidup sebaik-baiknya dengan memperbanyak amal saleh, menjaga ibadah, membantu sesama dan menggunakan harta serta waktu di jalan yang diridai Allah SWT, sebelum datangnya kematian yang tidak dapat ditunda.

