KUA Medan Amplas Ajak Jemaah Pahami Makna “Rindu Ramadan”

Medan (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas melalui Penata Layanan Operasional, Muhyiddin Nst., S.Pd.I., menyampaikan tausiyah bertema “Rindu Ramadan” kepada jemaah Masjid Assafi’iyah, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Garu I, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas tersebut dilaksanakan bertepatan dengan malam Ramadan dan diikuti jemaah dengan penuh kekhidmatan.

Dalam penyampaiannya, Al-Ustaz Muhyiddin Nasution mengungkapkan bahwa rasa rindu kepada Ramadan merupakan tanda hidupnya iman dalam hati seorang mukmin. Kerinduan itu, menurutnya, bukan sekadar menanti datangnya ibadah puasa, tetapi juga merindukan limpahan ampunan, keberkahan, serta kesempatan memperbaiki diri yang Allah Swt. hadirkan melalui bulan suci.

“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi momentum untuk kembali kepada Allah, memperbanyak ibadah, serta menata hati agar lebih bersih dan lembut,” ujarnya di hadapan jemaah.

Ia juga mengajak jemaah menjadikan awal Ramadan sebagai titik perubahan spiritual. Menurutnya, para ulama dan orang-orang saleh terdahulu bahkan telah menanti Ramadan jauh sebelum kedatangannya serta memohon kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan yang penuh kemuliaan tersebut.

Dalam tausiyahnya, Muhyiddin menekankan pentingnya mengisi Ramadan dengan amalan terbaik, seperti salat tarawih, tilawah Alquran, sedekah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah. Rasa rindu kepada Ramadan, lanjutnya, hendaknya diwujudkan dalam kesungguhan beribadah, bukan sekadar ungkapan lisan.

Kegiatan tausiyah yang dirangkai dengan pelaksanaan salat Isya dan tarawih berjemaah itu berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Para jemaah tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah sekaligus menyimak pesan-pesan keagamaan yang disampaikan.

Melalui momentum Ramadan ini, diharapkan semangat kerinduan terhadap bulan suci dapat menumbuhkan kesadaran kolektif umat untuk memakmurkan masjid serta meningkatkan kualitas ibadah sepanjang Ramadan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan keistikamahan dalam menjalankan ibadah hingga meraih derajat takwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *