Medan (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas mengakhiri rangkaian program Safari Zuhur Ramadan 1447 H dengan kunjungan ke Masjid Nurul Iman, Jalan Sisingamangaraja Km 9, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kamis (12/03/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KUA Medan Amplas, H. M. Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., bersama jajaran pegawai KUA Medan Amplas. Kunjungan ini menjadi penutup dari rangkaian Safari Zuhur Ramadan yang telah dilaksanakan sejak minggu pertama Ramadan di sejumlah masjid di wilayah Kecamatan Medan Amplas.
Sebagai informasi, KUA Medan Amplas telah menyusun jadwal kunjungan Safari Zuhur Ramadan di empat masjid yang berada di wilayah tersebut. Keempat masjid yang dikunjungi yaitu Masjid Silaturrahim di Kelurahan Harjosari I pada 24 Februari 2026, Masjid Al-Hilal di Kelurahan Harjosari II pada 3 Maret 2026, Masjid Jamik di Kelurahan Amplas pada 10 Maret 2026, dan Masjid Nurul Iman di Kelurahan Timbang Deli pada 12 Maret 2026.
Pemilihan masjid yang dikunjungi didasarkan pada lokasi yang berada di pinggir jalan serta memiliki jamaah yang ramai. Hal ini dilakukan sebagai upaya mempererat silaturahmi antara KUA sebagai perwakilan pemerintah dengan umat di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya di Masjid Nurul Iman, Lukman Hakim Hasibuan menyampaikan bahwa program Safari Zuhur Ramadan yang diisi dengan tausiyah serta penyerahan paket bantuan untuk kegiatan qiyamullail merupakan salah satu program unggulan KUA Medan Amplas selama bulan suci Ramadan 1447 H.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik berkat kekompakan dan kebersamaan seluruh jajaran KUA Medan Amplas.
“Kunjungan di Masjid Nurul Iman Kelurahan Timbang Deli ini menjadi kunjungan Safari Ramadan KUA Medan Amplas yang terakhir dan alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan telah terlaksana dengan baik. Kami berharap para pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se-Kecamatan Medan Amplas dapat berlomba-lomba dalam kebaikan untuk mewujudkan masjid sebagai episentrum peradaban umat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa menjadikan masjid sebagai episentrum peradaban berarti mengembalikan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual semata, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, sosial, dan ekonomi yang mampu mendorong kemajuan umat.
Menurutnya, hal tersebut dapat diwujudkan melalui modernisasi manajemen masjid, optimalisasi berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, serta penguatan peran sosial dan keagamaan masjid di tengah masyarakat.
“Masjid sebagai pusat peradaban diharapkan mampu mendinamiskan umat menuju kemajuan, mempererat persatuan, serta meningkatkan kualitas akhlak umat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BKM Masjid Nurul Iman, Noen Harahap, S.H., menyampaikan apresiasi atas program Safari Zuhur Ramadan yang dilaksanakan oleh KUA Medan Amplas. Ia mengaku merasa gembira atas kunjungan tersebut karena dinilai mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan umat.
“Melalui kunjungan ini, pergerakan pengurus BKM se-Kecamatan Medan Amplas akan semakin terarah karena KUA terus hadir melayani, mengayomi, dan membimbing kepengurusan masjid yang ada di wilayah Medan Amplas,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Dr. H. Syarto, Lc., M.A., yang mengangkat kajian tentang amalan dan kegiatan Rasulullah SAW pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Kegiatan Safari Zuhur Ramadan ini kemudian diakhiri dengan penyerahan bingkisan untuk mendukung kegiatan qiyamullail di masjid serta sesi foto bersama antara jajaran KUA Medan Amplas dan pengurus Badan Kemakmuran Masjid Nurul Iman.

