KUA Medan Amplas Dorong Penyuluh Agama Kristen Laksanakan Program Bimbingan Mental

Medan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. M. Lukman, meminta para Penyuluh Agama Kristen yang bertugas di wilayahnya untuk mulai memprogramkan bimbingan mental keagamaan bagi aparatur Kecamatan Medan Amplas. Hal tersebut disampaikan Lukman saat menerima kunjungan para Penyuluh Agama Kristen di kantor KUA Medan Amplas, Selasa (11/11).

Dalam pertemuan tersebut, Lukman menjelaskan bahwa Kecamatan Medan Amplas merupakan wilayah yang heterogen dan multikultural, sehingga sangat penting bagi seluruh masyarakat dan aparatur pemerintahan untuk mendapatkan pembinaan rohani sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Ia juga memaparkan beberapa program keagamaan yang sudah berjalan di KUA Medan Amplas, antara lain pembinaan Majelis Taklim di setiap kelurahan. “Setiap Majelis Taklim yang sudah memiliki SK dari Kementerian Agama kami jadwalkan untuk mendapatkan pembinaan rutin dari Penyuluh Agama Islam,” ujar Lukman.

Menurutnya, keberadaan Penyuluh Agama Kristen juga memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan dan ketahanan mental aparatur di tingkat kecamatan. “Kita akan segera beraudiensi dengan pihak Kecamatan Medan Amplas, agar para aparatur pemerintahan yang beragama Kristen bisa memperoleh bimbingan mental keagamaan minimal sekali seminggu dari Penyuluh Agama Kristen,” tambahnya.
Lukman berharap, kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan keagamaan aparatur serta meningkatkan pemahaman tentang bahaya radikalisme di lingkungan kerja.

Sementara itu, Promosi Zebua, S.Th, selaku Koordinator Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Medan Amplas, menyambut baik usulan tersebut. Ia mengakui bahwa selama ini kegiatan penyuluhan pihaknya masih terbatas pada pelayanan doa di rumah sakit dan kegiatan sosial.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Kepala KUA Medan Amplas. Dengan adanya arahan ini, kami siap merealisasikan program bimbingan mental keagamaan bagi aparatur kecamatan, agar ke depan kegiatan penyuluhan kami lebih terarah dan bermanfaat,” ungkap Zebua.

Sebagai informasi, KUA Kecamatan Medan Amplas saat ini memiliki enam Penyuluh Agama Islam dan empat Penyuluh Agama Kristen yang dinilai profesional dan berdedikasi tinggi. Pertemuan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan salam toleransi, sebagai simbol kerukunan antarumat beragama di Kecamatan Medan Amplas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *