Laksanakan Bimbingan Remaja Usia Nikah di Kampus UMN, Kepala KUA Medan Amplas Tekankan Pentingnya Kematangan Usia Nikah

Medan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. M. Lukman Hakim Hsb., menekankan pentingnya kematangan usia nikah bagi remaja dalam membangun kehidupan rumah tangga. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) yang digelar di Fakultas Pendidikan Agama Islam Universitas Muslim Nusantara (UMN), Jalan Garu II, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Bimbingan Pra Nikah di Era Digital: Tantangan dan Solusi Keluarga Muda” ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Pendidikan Agama Islam UMN. Dalam sambutannya, Lukman Hakim menjelaskan bahwa Pemerintah melalui Kementerian Agama terus menggaungkan program kematangan usia nikah sebagai upaya penguatan ketahanan keluarga.

Menurutnya, membangun rumah tangga tidak cukup hanya dengan kesiapan usia, tetapi juga membutuhkan pemahaman yang komprehensif terkait kesiapan fisik, mental, ekonomi, serta kesehatan reproduksi. Program ini bertujuan untuk mencegah pernikahan dini, menekan angka perceraian, dan mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, mengingat remaja sering kali belum matang secara emosional dan sosial dalam memikul tanggung jawab rumah tangga.

Untuk menyukseskan program BRUN, KUA Medan Amplas menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di wilayah Kecamatan Medan Amplas. “Hari ini kami hadir untuk menginisiasi penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Kementerian Agama Kota Medan dan Universitas Muslim Nusantara sebagai bentuk keberlanjutan program BRUN di Fakultas Pendidikan Agama Islam UMN,” ujar Lukman.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, M.A., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia memberikan apresiasi atas inisiatif KUA Medan Amplas dalam membangun kerja sama program BRUN dengan Fakultas Pendidikan Agama Islam UMN. Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan upaya Kemenag Kota Medan dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

“Melalui MoA ini, mahasiswa Fakultas Pendidikan Agama Islam UMN Medan akan memiliki kesempatan terlibat langsung dalam berbagai program pembinaan keagamaan, praktik lapangan, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sekaligus menyiapkan mereka menjadi calon pemimpin yang berkompeten dan berakhlak,” jelas Impun.

Ia juga menambahkan bahwa program BRUN merupakan wadah sosialisasi wawasan pernikahan di tingkat perguruan tinggi, sementara program BRUS ditujukan bagi pelajar tingkat menengah. Melalui kedua program tersebut, diharapkan masyarakat memahami bahwa kesiapan pernikahan tidak hanya diukur dari kematangan usia, tetapi juga dari wawasan dan pemahaman keilmuan tentang makna pernikahan.

“Pemerintah menginginkan kehidupan pernikahan masyarakat Indonesia yang berkualitas dan kuat, karena keluarga merupakan unsur terkecil dari sebuah bangsa. Kematangan usia nikah dan wawasan pernikahan menjadi kunci terwujudnya keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Pendidikan Agama Islam UMN, Dr. Rahmadi Ali, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kerja sama antara Kementerian Agama Kota Medan dan UMN akan semakin mempererat hubungan kelembagaan yang saling menguntungkan, khususnya di bidang keagamaan dan pendidikan.

“Kerja sama ini sangat bermanfaat dalam menguatkan sinergi dunia pendidikan dengan Kementerian Agama Kota Medan. Di Fakultas Pendidikan Agama Islam terdapat mata kuliah fikih ibadah, termasuk munakahat, sehingga program ini sangat relevan dengan kurikulum yang ada,” ujar Rahmadi.

Pada kegiatan tersebut, hadir sebagai pemateri dua Penyuluh Agama Islam KUA Medan Amplas, yakni Dr. H. Syarto Syarif, Lc., M.A., yang membawakan materi “Tantangan dan Solusi Keluarga Muda di Era Digital”, serta H. Syarifuddin, S.H.I., M.Si., dengan materi “Urgensitas Kematangan Usia Nikah dalam Perspektif Islam”.

Kegiatan BRUN ini turut dihadiri oleh seluruh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Amplas. Para mahasiswa Fakultas Pendidikan Agama Islam UMN tampak mengikuti kegiatan dengan antusias, tekun, dan aktif dalam sesi diskusi serta tanya jawab yang berlangsung semarak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *