PAI Kemenag Medan Bimbing Warga Binaan Rutan Labuhan Deli Perbaiki Bacaan Surah Al-Fatihah

Medan (Humas) – Pembinaan keagamaan menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus mendukung perbaikan diri warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama berupa tahsin Surah Al-Fatihah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini diikuti warga binaan yang tergabung dalam Jamaah Masjid Al-Hikmah Rutan Labuhan Deli. Melalui pembelajaran tersebut, jamaah dibimbing untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah makharijul huruf dan tajwid.

Kegiatan dibuka dan dipandu oleh H. Muhammad Rusli Nst, S.Ag., selaku moderator, sedangkan materi tahsin disampaikan oleh Imam Ilham, S.Sos. Dalam penyampaiannya, Imam membimbing jamaah mengenali tempat keluarnya huruf serta memperhatikan ketepatan pelafalan dan penerapan hukum tajwid ketika membaca Surah Al-Fatihah. “Membaca Surah Al-Fatihah dengan baik dan benar perlu memperhatikan makharijul huruf serta tajwid, sehingga setiap ayat dapat dilafalkan sesuai kaidah bacaan Al-Qur’an,” ungkap Imam. Bimbingan tersebut disampaikan secara interaktif agar peserta dapat mengikuti materi dan memperbaiki bacaan secara bertahap.

Selain memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan tahsin juga menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk memperdalam pemahaman dan meningkatkan kecintaan terhadap kitab suci. Surah Al-Fatihah sebagai bacaan utama dalam salat memerlukan perhatian khusus terhadap ketepatan pelafalan setiap huruf dan ayatnya. Oleh karena itu, pembelajaran dilakukan dengan menekankan pentingnya ketelitian, kesungguhan, dan latihan secara berulang. Dengan pendampingan yang tepat, peserta diharapkan semakin percaya diri dalam membaca Surah Al-Fatihah sesuai kaidah tajwid.

Sementara itu, pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan aman dengan pendampingan Zailani selaku petugas pemasyarakatan Rutan Labuhan Deli. Pendampingan tersebut turut mendukung kelancaran kegiatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Senada dengan hal itu, pembinaan rohani di lingkungan rumah tahanan menjadi ruang bagi warga binaan untuk membangun kebiasaan positif dan memperkuat kehidupan spiritual. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. H. Marasakti Bangunan, M.A., untuk memohon keberkahan serta kemudahan dalam menuntut ilmu dan memperbaiki diri.

Pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan agama ini menunjukkan pentingnya pembelajaran keagamaan yang berkelanjutan bagi warga binaan. Selain menambah pengetahuan tentang bacaan Al-Qur’an, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kedisiplinan dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah. Kemampuan membaca Surah Al-Fatihah dengan benar menjadi salah satu bekal untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan salat sehari-hari. Dengan demikian, pembinaan tahsin tidak hanya berfokus pada keterampilan membaca, tetapi juga mendukung penguatan praktik keagamaan warga binaan.

Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan semakin termotivasi untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara terarah dapat menjadi bagian dari proses memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan. Selain itu, kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan mendukung terselenggaranya pelayanan keagamaan yang bermanfaat bagi warga binaan. Upaya tersebut diharapkan terus memberikan kontribusi positif bagi penguatan iman dan pembentukan karakter yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *