Medan (Humas) — Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas melaksanakan Kegiatan Khatam Al-Qur’an bersama jemaah Majelis Taklim Baitussholihin. Kegiatan ini menjadi langkah mulia dalam mempersiapkan bekal spiritual sekaligus meningkatkan kualitas interaksi jemaah dengan Al-Qur’an.
Kegiatan khataman ini dibimbing langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Amplas, Ibu Dewi Anggraini, yang hadir di tengah-tengah jemaah untuk memberikan pendampingan dan pembinaan. Tidak hanya menuntaskan bacaan Al-Qur’an, kegiatan ini juga difokuskan pada perbaikan kualitas bacaan (tahsin) agar sesuai dengan kaidah makharijul huruf dan hukum tajwid.
Dalam bimbingannya, Ibu Dewi Anggraini menekankan bahwa menyambut Ramadhan hendaknya dilakukan dengan kesiapan lahir dan batin.
“Khatam Al-Qur’an ini menjadi sarana persiapan spiritual agar jemaah lebih siap dan terbiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an saat Ramadhan. Yang terpenting bukan hanya banyaknya bacaan, tetapi juga ketepatan dan kebenaran dalam membaca,” ujarnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Selain sebagai sarana persiapan ibadah, khataman Al-Qur’an mampu mempererat ukhuwah Islamiyah antar jemaah di wilayah Medan Amplas serta menciptakan suasana religius yang saling mendukung dalam meningkatkan kualitas ibadah.
Sebagai penyuluh agama yang mewakili KUA, peran Ibu Dewi Anggraini dinilai sangat strategis dalam memberikan edukasi, motivasi, serta pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat menjadi bukti nyata peran negara dalam pembinaan mental dan spiritual umat di tingkat kecamatan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, sekaligus memotivasi jemaah untuk terus meningkatkan kualitas bacaan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Melakukan Khatam Al-Qur’an sebelum Ramadhan merupakan tradisi baik yang telah mengakar di tengah masyarakat Indonesia. Tradisi ini bertujuan agar ketika Ramadhan tiba, umat Islam telah siap secara mental dan teknis untuk memperbanyak tadarus Al-Qur’an, sehingga ibadah di bulan suci dapat dilaksanakan dengan lebih khusyuk dan bermakna.

