PAI KUA Medan Denai Ajak Jamaah MT Al-Munawwarah Tingkatkan Kualitas Ibadah melalui Kajian Salat Sunnah

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan bersama jamaah Majelis Taklim (MT) Al-Munawwarah di Masjid Al-Munawwarah, Jalan Tangguk Bongkar 10, Kecamatan Medan Denai, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang berlangsung selepas salat Zuhur hingga menjelang Asar ini menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman keislaman sekaligus mengajak jamaah meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh protokol, Vina, yang memandu jalannya acara dengan tertib. Selanjutnya, Ketua MT Al-Munawwarah, Hj. Marianiy, menyampaikan sambutan dan mengajak jamaah untuk terus menjaga semangat dalam menghadiri majelis ilmu sebagai bagian dari upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

Dalam sambutannya, semangat kebersamaan dan keistiqamahan dalam mengikuti kegiatan keagamaan menjadi hal penting untuk membangun majelis taklim yang aktif dan berkelanjutan. Selain menambah wawasan keislaman, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan kecintaan jamaah terhadap ilmu agama.

Memasuki acara inti, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.H.I., menyampaikan ceramah agama mengenai salat-salat sunnah, khususnya salat tahajud, witir, dan tasbih. Materi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada jamaah tentang keutamaan ibadah sunnah sebagai amalan tambahan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. sekaligus melengkapi pelaksanaan ibadah wajib.

Dalam pemaparannya, Khoiruz Zaman menjelaskan bahwa salat tahajud merupakan salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur, sedangkan salat witir merupakan salat sunnah dengan jumlah rakaat ganjil yang dapat menjadi penutup salat malam. Kedua ibadah tersebut mengajarkan kedisiplinan, keikhlasan, dan kesungguhan seorang muslim dalam membangun hubungan spiritual dengan Allah Swt.

Ia juga menjelaskan salat tasbih sebagai salah satu ibadah sunnah yang memiliki rangkaian bacaan tasbih dalam pelaksanaannya. Jamaah diajak untuk memahami tata cara pelaksanaan salat tersebut dengan baik serta senantiasa mempelajari tuntunan ibadah dari sumber-sumber keislaman yang dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kualitas ibadah tidak hanya ditentukan oleh banyaknya amalan yang dilakukan, tetapi juga oleh keikhlasan, pemahaman terhadap tata cara ibadah, dan konsistensi dalam mengamalkannya. Oleh karena itu, jamaah diharapkan tidak sekadar memahami materi yang disampaikan, tetapi juga berusaha menerapkannya secara bertahap sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Suasana kegiatan semakin interaktif ketika jamaah diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai materi kajian. Melalui sesi tersebut, jamaah dapat memperdalam pemahaman tentang pelaksanaan salat sunnah sekaligus memperoleh penjelasan atas berbagai hal yang masih menjadi pertanyaan. Diskusi ini juga menjadikan kegiatan Bimluh lebih komunikatif dan sesuai dengan kebutuhan jamaah.

Salah seorang jamaah, Yunita, mengaku senang mengikuti kajian tersebut karena memberikan tambahan ilmu dan membantu jamaah memahami pelaksanaan ibadah sunnah dengan lebih baik. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga jamaah semakin bersemangat dalam menuntut ilmu agama dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Saiful Akhyar, S.H.I. Doa bersama menjadi penutup sekaligus harapan agar ilmu yang diperoleh membawa keberkahan, memperkuat keimanan, dan dapat diamalkan secara konsisten oleh seluruh jamaah.

Melalui kegiatan Bimluh ini, PAI KUA Kecamatan Medan Denai terus berupaya menghadirkan pelayanan bimbingan keagamaan yang dekat dengan masyarakat. Majelis taklim diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat pemahaman agama, membangun kebiasaan ibadah yang baik, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *