PAI KUA Medan Denai Perkuat Pemahaman Keistimewaan Umat Nabi Muhammad

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai terus mengoptimalkan pembinaan keagamaan kepada masyarakat melalui program Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Keluarga Sakinah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Majelis Taklim (MT) Al-Ridha, kediaman Ibu Sumiana, Gang Amal, Jalan Menteng VII, Kecamatan Medan Denai, Minggu (12/7/2026).

Bimluh yang berlangsung ba’da Zuhur hingga menjelang Ashar ini diikuti dengan antusias oleh jamaah majelis taklim. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Mahyana, dilanjutkan sambutan Ketua MT Al-Ridha, Hj. Ratna Lubis, yang menyampaikan apresiasi atas konsistensi Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai dalam membina masyarakat melalui majelis taklim.

Menurut Hj. Ratna Lubis, pembinaan yang dilakukan secara rutin memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman keagamaan jamaah. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga masyarakat semakin memiliki bekal ilmu agama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami sangat bersyukur karena Penyuluh Agama Islam KUA Medan Denai terus hadir memberikan pembinaan kepada masyarakat. Materi yang disampaikan selalu relevan dengan kebutuhan umat sehingga menambah wawasan, memperkuat keimanan, serta menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas ibadah dan kehidupan keluarga,” ujarnya.

Materi Bimluh disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.H.I., dengan tema “Keistimewaan Umat Nabi Muhammad Dibandingkan Umat-Umat Terdahulu.” Penyampaian materi berlangsung komunikatif dan interaktif dengan mengacu pada dalil Al-Qur’an serta hadis sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Dalam pemaparannya, Khoiruz Zaman menjelaskan bahwa umat Nabi Muhammad SAW memperoleh berbagai keistimewaan yang tidak dimiliki umat-umat terdahulu. Salah satunya sebagaimana disebutkan dalam Surah Ali Imran ayat 110, bahwa umat Islam merupakan umat terbaik yang memiliki tanggung jawab untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Ia juga menguraikan berbagai keutamaan lain yang Allah SWT anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad SAW, di antaranya syariat Islam yang penuh kemudahan, pahala amal yang dilipatgandakan, malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, kesempatan memperoleh syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat, serta jaminan Allah SWT terhadap kemurnian Al-Qur’an hingga akhir zaman.

“Keistimewaan yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad bukanlah alasan untuk berbangga diri, melainkan amanah yang harus dijaga. Rasa syukur atas nikmat tersebut diwujudkan dengan memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” jelas Khoiruz Zaman.

Ia menambahkan bahwa predikat sebagai umat terbaik harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Menurutnya, setiap muslim memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat melalui sikap yang santun, jujur, dan penuh kepedulian.

“Sebagai umat terbaik, kita harus mampu menghidupkan semangat amar makruf nahi mungkar dengan cara yang bijaksana. Jadilah pribadi yang membawa kedamaian, memperkuat ukhuwah, serta membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah sebagai fondasi lahirnya masyarakat yang berkualitas,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, jamaah mengikuti materi dengan penuh perhatian. Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan besarnya minat peserta untuk memperdalam pemahaman terhadap materi yang disampaikan. Suasana yang hangat dan komunikatif menjadikan pembinaan berlangsung lebih efektif dan memberikan ruang bagi jamaah untuk berbagi pengalaman dalam mengamalkan ajaran Islam.

Di akhir kegiatan, Penyuluh Agama Islam Syaiful Akhyar, S.H.I., memimpin doa bersama yang berisi permohonan kepada Allah SWT agar seluruh jamaah senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, kemantapan iman, serta kekuatan dalam membangun keluarga yang harmonis dan diridhai-Nya.

Salah seorang peserta, Bayyinah, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberikan motivasi untuk semakin mencintai ajaran Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Materi yang disampaikan sangat mudah dipahami dan memberikan banyak pelajaran bagi kami. Kami semakin memahami besarnya nikmat menjadi umat Nabi Muhammad SAW sehingga terdorong untuk lebih bersyukur, memperbaiki diri, serta istiqamah menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Bayyinah.

Melalui pelaksanaan Bimluh Keluarga Sakinah secara berkesinambungan, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai berkomitmen terus menghadirkan pembinaan keagamaan yang edukatif, aplikatif, dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan keluarga-keluarga sakinah yang berlandaskan nilai-nilai Islam, sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, rukun, dan berakhlakul karimah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *