Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Johor, AlHuda, S.Sos.I., mengajak jamaah Al-Chairat di Jalan Garuda, Mandala, untuk menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan dan minuman yang halalan thayyiban. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) pada Jumat (16/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, AlHuda menekankan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi, baik dari segi kehalalan maupun kebaikannya bagi tubuh. Prinsip halalan thayyiban mengajarkan umat Islam untuk memilih makanan dan minuman yang diperbolehkan menurut syariat Islam, sekaligus baik, bersih, aman, dan bermanfaat bagi kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa pola hidup sehat perlu dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti memilih bahan makanan yang berkualitas, menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta memperhatikan keseimbangan asupan gizi. Selain itu, masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam memilih makanan dengan mempertimbangkan manfaatnya bagi tubuh, sehingga kesehatan dapat terjaga dan aktivitas sehari-hari dapat dijalankan dengan baik.
“Penerapan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan dan minuman yang halalan thayyiban merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita dalam menjaga amanah Allah SWT, yaitu kesehatan tubuh. Karena itu, kita perlu membiasakan diri memilih makanan yang halal, baik, bersih, dan bermanfaat, serta menghindari hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan,” pesan AlHuda kepada jamaah.
Kegiatan Bimluh tersebut mendapat dukungan dari Kepala KUA Kecamatan Medan Johor, H. Yakhman Hulu, S.Ag., M.I.Kom. Ia senantiasa mendorong para penyuluh agama untuk menjalankan peran sebagai suluh atau penerang bagi masyarakat melalui penyampaian pesan-pesan keagamaan yang relevan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari.
Menurut Yakhman Hulu, penyuluh agama memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam penerapan nilai-nilai agama di lingkungan keluarga dan kehidupan sosial. Oleh karena itu, kegiatan penyuluhan diharapkan mampu memberikan pemahaman yang bermanfaat sekaligus mendorong perubahan positif dalam perilaku masyarakat.
“Penyuluh agama harus mampu menjadi suluh bagi masyarakat. Pesan-pesan Kementerian Agama perlu disampaikan dengan baik, menyentuh kebutuhan masyarakat, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, keberadaan penyuluh benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Bimluh ini, KUA Kecamatan Medan Johor berharap jamaah Al-Chairat semakin memahami pentingnya menerapkan prinsip halalan thayyiban dalam memilih makanan dan minuman. Pemahaman tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga maupun masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam yang mengutamakan kebaikan, kebersihan, dan kemaslahatan bersama.

