PAI Medan Amplas Ajak Umat Berhati-hati terhadap Fenomena “Digital Mindfulness” di Bulan Ramadan

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Amplas, Dr. H. Syarto Syarief, Lc., M.A., mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media digital selama bulan Ramadan. Ajakan tersebut disampaikan melalui podcast bertema “Digital Mindfulness: Menjaga Jiwa di Tengah Arus Informasi Ramadan” yang menghadirkan narasumber Dr. Rahmadi Ali, M.Pd.I, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan, Senin (09/03/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Syarto Syarief tampil sebagai host yang memandu jalannya dialog. Diskusi berlangsung hangat dengan membahas fenomena penggunaan media sosial di era digital yang semakin masif, terutama di tengah momentum Ramadan yang seharusnya menjadi waktu untuk memperkuat kualitas spiritual.

Pada kesempatan itu, Dr. Rahmadi Ali menyoroti pentingnya kesadaran dan kecerdasan dalam menggunakan media sosial, mengingat derasnya arus informasi yang beredar di ruang digital saat ini. Ia menjelaskan bahwa konsep digital mindfulness menekankan sikap sadar, bijak, dan terkendali dalam memanfaatkan teknologi digital agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan.

Menurutnya, penggunaan media digital yang tidak terkontrol dapat memengaruhi kesehatan mental maupun spiritual seseorang. Karena itu, masyarakat perlu membangun kesadaran untuk menggunakan media sosial secara proporsional.

“Media sosial harus digunakan secara bijak dan proporsional. Jangan sampai kita larut dalam hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi pada bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momentum memperkuat kualitas spiritual,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kehidupan nyata. Momentum Ramadan, lanjutnya, seharusnya dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah, mempererat hubungan keluarga, serta menjaga kesehatan mental dan spiritual.

Sementara itu, pada bagian penutup diskusi, Dr. Syarto Syarief berharap podcast yang juga diunggah melalui YouTube IKMA Channel tersebut dapat memberikan inspirasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih bijak dalam mendampingi anak-anak dalam menggunakan media sosial.

“Melalui podcast ini, kita berharap para orang tua tetap mengawasi dan membatasi penggunaan media sosial bagi anak-anak, sehingga mereka dapat memanfaatkannya secara positif dan tidak terjebak pada konten yang tidak bermanfaat,” ungkapnya.

Sebagai informasi, program podcast IKMA Channel rutin diselenggarakan setiap pekan dan merupakan inisiatif Kepala KUA Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A. Kegiatan ini juga didukung oleh Muhyidfin Nasution, S.Pd.I. sebagai kameramen sekaligus konten kreator yang mendokumentasikan setiap episode podcast.

Melalui IKMA Channel, KUA Medan Amplas berharap dapat terus menghadirkan konten edukasi dan dakwah digital yang inspiratif, mencerahkan, serta relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat di era modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *