PAI Medan Amplas Sampaikan Ancaman bagi Orang yang Enggan Mengeluarkan Zakat

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, Dr. Syarto Syarief, Lc., M.A., menyampaikan tausyiah Ramadan di Masjid Al-Mukhlisin, Jalan Pengilar, Kelurahan Amplas, Selasa (10/03/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus BKM Masjid Al-Mukhlisin serta puluhan jamaah yang mengikuti rangkaian ibadah malam Ramadan dengan penuh kekhusyukan.

Dalam tausyiahnya, Syarto mengangkat tema “Anjuran dan Ancaman bagi Orang yang Enggan Membayar Zakat.” Ia menjelaskan bahwa zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam membangun kehidupan umat yang adil dan sejahtera.

Menurutnya, zakat memiliki tiga dimensi utama, yaitu dimensi spiritual, sosial, dan ekonomi. Pada dimensi spiritual, zakat berfungsi sebagai sarana penyucian harta dan jiwa, sekaligus sebagai bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Dengan menunaikan zakat, seorang muslim diajarkan untuk menghilangkan sifat kikir serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Sementara pada dimensi sosial, zakat menjadi instrumen penting dalam memperkuat solidaritas dan kepedulian antar sesama. Melalui zakat, masyarakat yang kurang mampu dapat merasakan manfaat dari harta yang dimiliki oleh kaum yang berkecukupan, sehingga tercipta keseimbangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Adapun pada dimensi ekonomi, zakat memiliki potensi besar sebagai sarana pemberdayaan umat. Jika dikelola secara produktif, zakat dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mustahik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Syarto juga mengingatkan adanya ancaman bagi orang-orang yang enggan menunaikan zakat, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis. Ia menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi umat.

“Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga instrumen keadilan sosial yang dapat mengurangi kesenjangan ekonomi jika dikelola dengan baik,” ujarnya di hadapan jamaah.

Setelah penyampaian tausyiah, kegiatan dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah yang dipimpin langsung oleh Syarto sebagai imam. Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan serta mendapat sambutan hangat dari pengurus BKM Masjid Al-Mukhlisin dan para jamaah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *