Medan (Humas)— Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Amplas, Dr. H. Syarto Syarief, Lc., M.A., menyampaikan tausiyah Subuh Ramadan 1447 H di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Sisingamangaraja (SM. Raja), Medan, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Ramadan Madrasah: Bersabar, Ujian Bukan Benci tapi Cinta” tersebut dihadiri puluhan jamaah yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias dan khidmat. Turut hadir Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Ikhlas, H. Amrin, bersama jajaran pengurus masjid.
Dalam ceramahnya, Syarto menekankan bahwa bulan Ramadan merupakan madrasah pembinaan jiwa yang melatih umat Islam untuk bersabar, menahan diri, serta memperkuat keteguhan iman. Ia menjelaskan bahwa ibadah puasa bukan hanya sebatas menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter yang kuat dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Menurutnya, ujian yang datang kepada manusia tidak seharusnya dipahami sebagai bentuk kebencian Allah SWT, melainkan sebagai wujud kasih sayang dan sarana untuk meningkatkan kualitas keimanan seorang hamba. Perspektif tersebut dinilai penting agar setiap individu mampu menghadapi berbagai kesulitan hidup dengan sikap optimis dan penuh tawakal.
“Kesabaran yang dilatih selama Ramadan menjadi bekal dalam menghadapi dinamika kehidupan. Ujian sejatinya adalah cara Allah mendidik dan menguatkan hamba-Nya,” ujar Syarto di hadapan jamaah.
Tausiyah tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh perhatian. Para jamaah tampak antusias menyimak materi yang disampaikan secara sistematis dan relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini.
Melalui kegiatan tausiyah Ramadan ini, Masjid Al-Ikhlas diharapkan terus menjadi pusat pembinaan spiritual serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat, khususnya dalam membangun ketahanan iman dan kesabaran selama menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.

