Medan (Humas)— Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Amplas, H. Harun Arrasyid, menyampaikan tausiyah pada malam ke-17 Ramadan dalam rangka peringatan Nuzulul Quran di Masjid Silaturrahim, Jalan Garu III, Kelurahan Harjosari I, Jumat malam.
Dalam tausiyahnya, Harun Arrasyid menjelaskan sejarah proses turunnya Al-Qur’an sejak masa Rasulullah SAW. Ia menyampaikan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira, kemudian diturunkan secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun sesuai dengan kebutuhan dan kondisi umat pada masa itu.
Ia juga menjelaskan bahwa pada masa Rasulullah SAW, ayat-ayat Al-Qur’an tidak hanya dihafal oleh para sahabat, tetapi juga dituliskan di berbagai media sederhana seperti pelepah kurma, kulit hewan, dan tulang. Setelah Rasulullah SAW wafat, pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dilakukan pengumpulan Al-Qur’an dalam satu mushaf atas usulan Umar bin Khattab sebagai upaya menjaga keaslian dan keutuhan Al-Qur’an.
Selanjutnya, pada masa Khalifah Utsman bin Affan dilakukan kodifikasi atau penyeragaman mushaf Al-Qur’an agar tidak terjadi perbedaan bacaan di tengah kaum muslimin. Mushaf standar kemudian disalin dan disebarkan ke berbagai wilayah kekuasaan Islam.
Selain menjelaskan sejarah turunnya Al-Qur’an, Harun Arrasyid juga menekankan fungsi Al-Qur’an bagi setiap pribadi yang beriman. Menurutnya, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi harus dipahami dan dijadikan sebagai pedoman hidup dalam setiap aspek kehidupan.
“Al-Qur’an adalah petunjuk hidup bagi manusia. Siapa yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an, maka hidupnya akan terarah, penuh keberkahan, serta memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat,” ujarnya di hadapan jamaah.
Di akhir tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak doa di bulan Ramadan agar Allah SWT memberikan keselamatan dan kedamaian bagi dunia. Ia juga secara khusus mengajak jamaah mendoakan Indonesia dan Kota Medan agar senantiasa berada dalam keadaan aman, damai, dan penuh keberkahan.
Peringatan Nuzulul Quran tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh masyarakat sekitar yang dengan penuh antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

