Medan — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Amplas, Harun Arrasid, menyampaikan tausyiah keagamaan di Masjid Nurul Hidayah pada malam ke-24 bulan suci Ramadhan. Tausyiah tersebut disampaikan di hadapan jamaah sebelum pelaksanaan shalat tarawih.
Dalam kesempatan itu, Harun Arrasid mengangkat tema tentang kandungan dan keutamaan Surah Al-Qadr yang menjelaskan tentang kemuliaan malam Lailatul Qadr. Ia mengajak jamaah untuk meningkatkan kualitas ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, dengan harapan dapat meraih keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.
Dalam penjelasannya, ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Qadr yang menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadr merupakan malam yang penuh kemuliaan, ketika para malaikat turun ke bumi dengan membawa rahmat dan keberkahan hingga terbitnya fajar.
“Lailatul Qadr adalah momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memperbanyak doa,” ujarnya di hadapan para jamaah yang hadir dengan penuh khidmat.
Ia juga menekankan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk meningkatkan kesungguhan dalam beribadah, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang semakin menggiatkan ibadahnya pada malam-malam tersebut.
Kegiatan tausyiah tersebut menjadi salah satu rangkaian pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan oleh penyuluh agama kepada masyarakat. Pada kesempatan itu, Harun Arrasid juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan putaran terakhir tugasnya dalam rangkaian tausyiah Ramadhan di Masjid Nurul Hidayah pada tahun ini.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat tarawih berjamaah yang diikuti oleh jamaah masjid dengan penuh kekhusyukan dan semangat ibadah di penghujung Ramadhan.

