Medan (Humas) — Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Medan Utara Kementerian Agama Kota Medan terus menunjukkan komitmennya dalam pembinaan generasi muda melalui kunjungan resmi ke Madrasah Aliyah Persiapan Negeri (MAPN) 4 Martubung, Medan pada Jumat 9 Januari 2026. Kunjungan ini difokuskan pada perencanaan dan penjadwalan Program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) sebagai langkah strategis pembinaan karakter dan akhlak peserta didik.
Rombongan Pokjaluh Medan Utara yang terdiri dari Puligong Siregar, Khairul Anwar Saragih, S.Hi., Putra Muroswana, S.Th.I., dan Lela Hamidah, S.Ag., disambut langsung oleh Kepala MAPN 4 Martubung, Dr. Syarifuddin, M.Pd. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, membahas peran penyuluh agama dalam mendampingi remaja usia sekolah menghadapi tantangan moral, sosial, dan spiritual di era modern.
Puligong menegaskan bahwa Program BRUS merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam membina generasi muda agar memiliki fondasi keimanan dan akhlak yang kuat. “Pembinaan remaja tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah semata. Melalui BRUS, penyuluh agama hadir untuk mendampingi siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki kesadaran beragama yang baik,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala MAPN 4 Martubung, Dr. Syarifuddin, M.Pd., menyambut baik kerja sama yang terjalin dengan Pokjaluh Kemenag Kota Medan. Ia menilai sinergi ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran Pokjaluh Medan Utara. Program BRUS sejalan dengan visi madrasah dalam membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan spiritual,” tuturnya.
Dari hasil kunjungan tersebut, kedua belah pihak menyepakati penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai landasan kerja sama pembinaan peserta didik. Melalui MoU ini, Pokjaluh Kementerian Agama Kota Medan menegaskan keterlibatan aktif dan berkelanjutan dalam mendampingi siswa MAN P 4 Martubung melalui Program BRUS, yang akan dilaksanakan secara terstruktur dan terjadwal dengan materi pembinaan yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan remaja usia sekolah.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan pola pembinaan generasi muda yang lebih terarah, efektif, dan menyentuh aspek spiritual, moral, serta sosial peserta didik. Selain itu, sinergi antara madrasah dan Kementerian Agama ini sekaligus memperkuat peran strategis Kemenag dalam menyiapkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan, dan siap menjadi penerus bangsa yang berkualitas di masa depan.

