Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Belawan kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di dua lokasi berbeda pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan keagamaan yang berkesinambungan guna memperkuat ketahanan spiritual masyarakat di wilayah pesisir Medan.
Kegiatan pertama dilaksanakan di Majelis Taklim An-Nisa, Pasar 3 Timur, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, dengan tuan rumah Zainab. Selanjutnya, Bimluh juga digelar di Majelis Taklim Ibadah Sosial yang berlokasi di Lorong Sekolah, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, dengan tuan rumah Ratna. Kehadiran PAI di dua lokasi ini disambut antusias oleh para jamaah yang mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat.
Materi penyuluhan disampaikan oleh Lela Hamidah, S.Ag., yang mengupas makna dan kandungan Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 153. Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk menjadikan sabar dan salat sebagai penolong utama dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, baik ujian pribadi, keluarga, maupun sosial.
“Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi kemampuan menahan diri dan tetap istiqamah dalam kebaikan, terutama pada saat awal musibah,” ujar Lela di hadapan jamaah. Ia juga menambahkan bahwa salat memiliki peran penting sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk memohon kekuatan dan ketenangan batin. “Melalui salat, seorang hamba mengadukan segala persoalannya kepada Allah, karena pertolongan-Nya selalu bersama orang-orang yang sabar,” tambahnya.
Para jamaah tampak mengikuti penyampaian materi dengan penuh perhatian dan kesungguhan, disertai suasana reflektif yang mendorong perenungan diri atas berbagai persoalan kehidupan yang dihadapi sehari-hari. Nilai-nilai kesabaran dan kekuatan spiritual yang disampaikan menjadi pengingat penting bagi jamaah untuk tetap tegar dan bersandar kepada Allah SWT dalam setiap kondisi.
Ratna selaku tuan rumah di Majelis Taklim Ibadah Sosial menilai kegiatan Bimluh memiliki dampak positif dalam memberikan penguatan rohani bagi masyarakat. Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mudah dipahami. “Materi tentang sabar dan salat ini sangat menyentuh dan relevan dengan kondisi kehidupan kami sehari-hari. Kami merasa dikuatkan secara batin, dan berharap kegiatan Bimluh seperti ini dapat terus berlanjut secara rutin,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan Bimluh di dua lokasi ini, PAI Medan Belawan berharap nilai-nilai kesabaran, keteguhan iman, dan kedekatan kepada Allah SWT dapat semakin tertanam dalam diri jamaah. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran Penyuluh Agama Islam sebagai mitra umat dalam memberikan pencerahan, pendampingan, dan penguatan spiritual secara berkelanjutan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

