Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan keagamaan dan pengembangan seni budaya Islam. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan bimbingan penyuluhan sekaligus pelatihan Seni Khatthil Qur’an (kaligrafi) sebagai upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 28 Desember 2025 ini diselenggarakan melalui LPTQ Kota Medan bekerja sama dengan Camat Medan Kota. Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan baca dan tulis Al-Qur’an secara baik dan benar, sekaligus membina potensi seni kaligrafi sebagai bagian dari khazanah budaya Islam yang bernilai tinggi.
Penyuluh Agama Islam Syahmuda Nasution, S.Ag, selaku pemateri dan pembina kegiatan, menjelaskan bahwa seni kaligrafi Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam dakwah dan pendidikan keagamaan. Menurutnya, kaligrafi bukan sekadar seni, tetapi juga sarana mendekatkan umat kepada Al-Qur’an.
“Kaligrafi Al-Qur’an merupakan media dakwah yang sangat efektif karena memadukan keindahan seni dengan kedalaman makna ayat-ayat suci Al-Qur’an,” ujar Syahmuda Nasution.
Ia menambahkan bahwa melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis menulis kaligrafi, tetapi juga ditanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Menurutnya, penguatan aspek seni dan literasi Al-Qur’an menjadi langkah strategis dalam membangun generasi Qur’ani yang kreatif dan berdaya saing.
“Kami berharap melalui pelatihan ini lahir generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga mampu mengekspresikan kecintaannya terhadap Al-Qur’an melalui karya seni yang bernilai,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Syahmuda menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan kaligrafi ini juga diarahkan untuk mencetak duta-duta kecamatan di bidang seni kaligrafi yang dapat diikutsertakan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Medan.
“Dengan pembinaan yang berkelanjutan, insya Allah peserta mampu bersaing dan mengharumkan nama kecamatan, bahkan Kota Medan, di tingkat yang lebih tinggi,” tuturnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta serta dukungan dari berbagai pihak terkait. Sinergi antara KUA, LPTQ, dan pemerintah kecamatan diharapkan terus terjalin dalam membina umat, melestarikan seni budaya Islam, serta mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berprestasi.

