Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Fuji, M.A., melaksanakan kegiatan bimbingan keagamaan bagi warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medan Tanjung Gusta pada Senin (29/12/2025). Kegiatan ini mengangkat tema refleksi dan muhasabah akhir tahun sebagai momentum introspeksi diri serta penguatan spiritual menjelang pergantian tahun.
Kegiatan bimbingan keagamaan tersebut berlangsung khidmat di Masjid At-Taubah Rutan Tanjung Gusta Medan dan diikuti oleh warga binaan dengan penuh antusias. Melalui suasana yang religius dan penuh ketenangan, warga binaan diajak untuk merenungi perjalanan hidup yang telah dilalui sekaligus menata kembali harapan dan niat ke arah yang lebih baik.
Dalam penyampaiannya, Fuji menekankan pentingnya muhasabah sebagai sarana introspeksi diri atas berbagai peristiwa dan keputusan yang telah dijalani sepanjang tahun. Ia mengajak warga binaan menjadikan akhir tahun sebagai waktu yang tepat untuk mengevaluasi kesalahan, memperbaiki niat, serta memperkuat tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap manusia tidak luput dari ujian dan kesalahan dalam hidup. Namun demikian, Islam memberikan ruang seluas-luasnya bagi umat untuk bertobat dan memperbaiki diri selama hayat masih dikandung badan. Menurutnya, lingkungan rutan bukanlah penghalang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, melainkan dapat menjadi tempat terbaik untuk memperkuat iman dan menata masa depan.
Dalam tausiyahnya, Fuji menyampaikan pesan yang menyentuh hati dan memberikan motivasi kepada warga binaan untuk bangkit dan tidak larut dalam penyesalan. Ia menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik selama mau membuka diri dan bersungguh-sungguh dalam bertobat.
“Orang yang beruntung bukanlah yang tidak pernah berbuat salah, tetapi mereka yang mau menyadari kesalahan, menyesalinya, dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi,” tuturnya.
Kegiatan bimbingan keagamaan ini merupakan bagian dari peran aktif Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal dalam mendampingi masyarakat, termasuk warga binaan rutan, agar tetap memperoleh pembinaan mental dan spiritual secara berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan keagamaan seperti ini, diharapkan warga binaan mampu menjalani masa pembinaan dengan lebih tenang, sabar, dan penuh harapan akan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Melalui refleksi dan muhasabah akhir tahun ini, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal berupaya menanamkan nilai-nilai keimanan, harapan, serta semangat perubahan kepada warga binaan sebagai bekal untuk menata kehidupan yang lebih baik dan diridhai Allah SWT. (Fuji/Paidi)

