Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Ajak Residen Rehabilitasi Kiki Alam Jaya Memahami 4 Kunci Ibadah

Medan (Humas) Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., melaksanakan kegiatan bimbingan kerohanian bagi para residen di pusat rehabilitasi korban NAPZA Yayasan Kiki Alam Jaya yang beralamat di Jalan Seroja Raya/Tanjung Selamat, Kota Medan, Senin (25/05/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan spiritual dan motivasi kepada para pasien rehabilitasi agar semakin semangat menjalani proses pemulihan.

Dalam penyampaiannya, Paidi mengangkat tema tentang “4 Kunci Ibadah Diterima Allah SWT”. Ia menjelaskan bahwa kunci pertama adalah memiliki keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai dasar utama dalam setiap amal ibadah. Menurutnya, tanpa iman yang kuat, ibadah tidak akan memiliki makna yang sempurna di sisi Allah SWT.

“Kunci kedua adalah adanya niat yang ikhlas karena Allah SWT dalam melakukan setiap perbuatan. Kemudian yang ketiga, ibadah harus memenuhi segala rukun dan syarat yang telah ditentukan. Sedangkan yang keempat ialah tidak mempersekutukan Allah SWT atau menjauhi syirik,” ujar Paidi di hadapan para residen rehabilitasi.

Selain memberikan materi keagamaan, Paidi juga memberikan motivasi kepada para pasien rehabilitasi agar tetap semangat menjalani proses penyembuhan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dengan menerapkan pola makan yang baik, disiplin mengonsumsi obat-obatan, serta menjaga pikiran tetap positif selama menjalani masa rehabilitasi.

“Kesehatan jasmani dan rohani harus berjalan seimbang. Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjaga kesehatan, insya Allah proses pemulihan akan berjalan lebih baik dan para residen dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bermanfaat,” tutup Paidi.

Kegiatan bimbingan kerohanian yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal di Yayasan Kiki Alam Jaya menjadi salah satu bentuk pembinaan spiritual bagi para korban penyalahgunaan NAPZA. Melalui pemahaman tentang 4 kunci ibadah diterima Allah SWT serta motivasi menjaga kesehatan, diharapkan para residen semakin optimis menjalani rehabilitasi dan mampu memperbaiki kualitas hidupnya baik secara jasmani maupun rohani.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *