Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Bimbing Anak Mengaji di Rumah Qur’an Rahimah

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., memberikan bimbingan membaca Al-Qur’an kepada anak-anak peserta kegiatan Gerakan Magrib Mengaji (GMM) di Rumah Qur’an Rahimah, Jalan Klambir V Gang Tower Nomor 32, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Rabu (21 Oktober 2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an anak-anak sejak dini, khususnya dalam memahami dan melafalkan huruf-huruf hijaiyah dengan benar.

Kegiatan tersebut didampingi oleh Koordinator GMM Rumah Qur’an Rahimah, Ustazah Rahimah, bersama para guru Magrib Mengaji, yaitu May Diaz Vera Putri, Nurul Aisyah, Dewi Anggraini Lestari, Dimas Panji Arya, dan Nabhan Fauzan Assyayuti. Dalam bimbingan tersebut, Paidi memperkenalkan materi makharijul huruf kepada anak-anak yang masih berada pada tahap pembelajaran Iqra. Materi ini menjadi dasar penting agar peserta didik mampu membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid dan pelafalan yang tepat.

Paidi menjelaskan bahwa makharijul huruf merupakan tempat keluarnya bunyi huruf-huruf hijaiyah ketika diucapkan. Menurutnya, pemahaman terhadap makharijul huruf sangat penting karena kesalahan dalam melafalkan huruf dapat memengaruhi ketepatan bacaan, bahkan berpotensi mengubah makna ayat yang dibaca. “Anak-anak perlu mengenal tempat keluarnya setiap huruf hijaiyah sejak belajar Iqra. Dengan memahami makharijul huruf, mereka akan lebih mudah membiasakan diri membaca Al-Qur’an dengan benar dan sesuai kaidah tajwid,” ujar Paidi.

Dalam penjelasannya, Paidi memperkenalkan lima kelompok utama makharijul huruf, yaitu Al-Jauf atau rongga mulut yang menjadi tempat keluarnya huruf-huruf mad; Al-Halq atau tenggorokan; Al-Lisan atau lidah yang menjadi tempat keluarnya sebagian besar huruf hijaiyah; Asy-Syafatain atau kedua bibir; serta Al-Khaisyum atau rongga hidung yang menjadi tempat keluarnya suara dengung, seperti pada bacaan nun dan mim bertasydid. Penjelasan tersebut disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak sesuai dengan tingkat pembelajaran mereka.
Untuk memperjelas materi, Paidi secara langsung memperagakan cara pengucapan huruf-huruf hijaiyah sesuai dengan makhrajnya. Anak-anak kemudian mengikuti contoh yang diberikan secara bersama-sama dan berlatih melafalkan huruf dengan bimbingan guru. Melalui metode penjelasan dan praktik langsung, peserta diharapkan lebih mudah memahami perbedaan bunyi setiap huruf serta terbiasa memperbaiki bacaan Al-Qur’an secara bertahap.

Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi kegiatan pembinaan yang dilaksanakan oleh penyuluh agama Islam tersebut. Ia menilai pengenalan ilmu membaca Al-Qur’an sejak dini merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang baik. “Kami sangat mengapresiasi upaya penyuluh agama Islam yang terus memberikan ilmu keagamaan kepada anak-anak, terutama dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Kami juga berharap para guru Magrib Mengaji di Rumah Qur’an Rahimah terus membimbing dan memperhatikan perkembangan belajar anak-anak dengan penuh kesabaran,” ungkap Agus Salim.

Melalui kegiatan bimbingan ini, KUA Medan Sunggal berharap Gerakan Magrib Mengaji dapat terus menjadi sarana pendidikan Al-Qur’an yang efektif bagi anak-anak di lingkungan masyarakat. Pembelajaran yang dilakukan secara rutin, disertai keteladanan dan pendampingan guru, diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya baik dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa diharapkan tumbuh menjadi pribadi beriman, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *