Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Amplas, Dr. H. Sarto Syarief, Lc., M.A., menyampaikan kajian bertema “Jalan Sunyi Perempuan Menuju Surga” dalam pengajian bulanan Majelis Taklim Badan Koordinasi Majelis Taklim yang dilaksanakan di Jalan Lukah Gang Masjid No. 45, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (27/01/2026).
Dalam kajiannya, Dr. H. Sarto Syarief menegaskan bahwa Islam tidak menempatkan kemuliaan perempuan semata-mata pada gemerlap peran publik, melainkan pada kesetiaan dalam menjaga amanah iman. Ia menjelaskan bahwa shalat yang dijaga, puasa yang ditunaikan, kehormatan yang dipelihara, serta ketaatan dalam rumah tangga yang dilandasi ketakwaan merupakan amal-amal sunyi yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.
“Jalan ini sering kali sepi, tidak selalu dipahami, bahkan kerap luput dari apresiasi manusia. Namun justru di sanalah letak keagungannya: amal yang dikerjakan bukan untuk dilihat, melainkan untuk diridhai,” ujar Sarto di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa seorang perempuan yang menjaga kehormatannya sejatinya sedang menjaga cahaya imannya. Seorang istri yang taat dalam kebaikan sedang menanam ketenangan bagi keluarganya, dan seorang ibu yang sabar tengah membangun peradaban dari dalam rumah.
“Semua itu mungkin tampak sederhana, namun di sisi Allah SWT, itulah jalan yang lurus menuju surga,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. M. Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., saat ditemui di ruang kerjanya, menjelaskan bahwa penyuluh agama merupakan bagian dari personel KUA yang memiliki tugas dalam pelayanan dan bimbingan keagamaan kepada masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan tugas pokok dan fungsi KUA sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 34 Tahun 2006.
“Berdasarkan tugas tersebut, Penyuluh Agama di wilayah Medan Amplas aktif melakukan bimbingan keagamaan di tengah masyarakat, salah satunya melalui kegiatan majelis taklim,” jelas Lukman.
Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap peran Dr. H. Sarto Syarief sebagai penyuluh agama. Menurutnya, Al-Ustadz Sarto merupakan salah satu dai yang cukup populer di Kota Medan, dengan materi kajian yang aktual dan sangat diminati oleh majelis taklim, khususnya kaum ibu.
“Beliau juga seorang akademisi yang berprofesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi. Saya bersyukur beliau ditugaskan sebagai Penyuluh Agama Islam di wilayah Medan Amplas,” ujar Lukman menutup pembicaraan.

