Penyuluh Agama Islam Medan Barat Serukan Jama’ah Menjauhi Empat Sifat Terlarang dalam Islam

Medan (Humas) — Upaya pembinaan umat terus diperkuat oleh Kementerian Agama Kota Medan melalui kegiatan dakwah dan penyuluhan keagamaan di berbagai majelis taklim. Pada Rabu, 02 Desember 2025, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Barat, H. Abdullah Hakim, S.H.I, kembali memimpin pembinaan keagamaan bagi jama’ah Majelis Taklim Nurul Huda, salah satu majelis binaan yang secara konsisten menjadi ruang edukasi dan pembinaan spiritual masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Hakim menekankan pentingnya menjaga kebersihan hati dan memperbaiki akhlak sebagai fondasi kehidupan seorang muslim. Beliau mengajak jama’ah untuk mengenali dan menjauhi empat sifat yang sangat dimurkai Allah SWT, karena sifat-sifat tersebut tidak hanya merusak keharmonisan sosial, tetapi juga menutupi pintu hidayah serta menghalangi keberkahan hidup.

Keempat sifat tersebut meliputi takabur, yaitu merasa lebih tinggi dari orang lain dan menolak kebenaran; hasad, yaitu iri dan dengki terhadap nikmat yang diperoleh orang lain; khianat, yakni sikap tidak menjaga amanah atau kepercayaan; serta dusta, yaitu kebiasaan berbohong yang dapat merusak hubungan sosial dan menjatuhkan kehormatan diri. Beliau menjelaskan bahwa sifat-sifat buruk tersebut ibarat racun hati yang perlahan-lahan melemahkan iman dan menjerumuskan manusia pada perbuatan maksiat.

“Seorang mukmin yang sejati adalah mereka yang berusaha setiap hari memperbaiki diri. Akhlak mulia adalah cermin kebesaran iman, dan menjauhi sifat buruk menjadi tanda bahwa hati kita selalu ingin dekat dengan Allah SWT,” ujar Hakim dalam tausiyahnya. Ia juga menegaskan bahwa perbaikan akhlak merupakan bagian penting dari misi Rasulullah SAW yang datang untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Pembinaan ini mendapat apresiasi dari para jama’ah yang hadir. Banyak di antara mereka merasa bahwa kajian ini memberikan pengingat penting di tengah tantangan kehidupan sehari-hari, di mana godaan sifat buruk seringkali muncul dalam berbagai situasi. Para jama’ah berharap kegiatan seperti ini semakin sering dilakukan agar masyarakat dapat terus memperoleh bekal ilmu, ketenangan batin, dan bimbingan moral.

Kementerian Agama Kota Medan melalui KUA Medan Barat terus berkomitmen menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang dekat dengan masyarakat. Kehadiran penyuluh agama di tengah-tengah jama’ah bukan hanya sebagai pemberi materi, tetapi juga sebagai pendamping spiritual yang memberikan dukungan moral, penguatan karakter, serta motivasi untuk hidup lebih berakhlak dan berilmu.

Dengan rutinitas kegiatan dakwah ini, diharapkan terbentuk masyarakat yang semakin memahami nilai-nilai Islam, menjunjung tinggi akhlak terpuji, serta mampu menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Pembinaan ini menjadi bagian dari peran strategis penyuluh agama dalam membangun peradaban yang lebih baik melalui pendekatan edukatif dan persuasif yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *