Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Roni Antonius Sitanggang, memberikan katekese mengenai Sakramen Penyembuhan kepada para katekumen Paroki Hayam Wuruk Medan, Sabtu (11/07/2026), di Aula Paroki Hayam Wuruk Medan, Jalan Hayam Wuruk No. 3, Medan. Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut merupakan bagian dari pembinaan iman bagi para calon penerima sakramen sebagai bekal dalam mempersiapkan diri menerima sakramen-sakramen inisiasi.
Katekese ini bertujuan memperdalam pemahaman para katekumen mengenai makna Sakramen Penyembuhan sebagai salah satu tanda nyata kasih dan belas kasih Allah kepada umat-Nya. Melalui pembinaan ini, peserta diajak untuk semakin mengenal ajaran Gereja Katolik sekaligus menghayati pentingnya pertobatan, pengampunan, serta pengharapan dalam kehidupan iman.
Suasana pembelajaran berlangsung dengan penuh perhatian dan antusias. Para peserta mengikuti setiap materi secara aktif melalui sesi pemaparan, diskusi, dan tanya jawab sehingga pemahaman mereka terhadap ajaran Gereja semakin mendalam.
Dalam penyampaiannya, Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa Sakramen Penyembuhan terdiri atas dua sakramen, yakni Sakramen Tobat atau Rekonsiliasi dan Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Kedua sakramen tersebut merupakan anugerah Allah yang menghadirkan pemulihan, penghiburan, serta penguatan bagi umat dalam menjalani kehidupan.
“Sakramen Tobat mengajak kita untuk kembali kepada Allah melalui pertobatan yang tulus sehingga memperoleh pengampunan dosa dan diperdamaikan kembali dengan Allah maupun Gereja. Sementara itu, Sakramen Pengurapan Orang Sakit menghadirkan rahmat, kekuatan, penghiburan, serta pengharapan bagi mereka yang sedang menghadapi penderitaan karena sakit ataupun usia lanjut,” jelas Roni.
Ia menambahkan bahwa setiap umat dipanggil untuk memahami sakramen bukan hanya sebagai sebuah ritual Gereja, tetapi sebagai pengalaman nyata akan kasih Allah yang senantiasa menyertai kehidupan manusia.
“Melalui Sakramen Penyembuhan, kita semakin menyadari bahwa kasih Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Tuhan selalu hadir untuk mengampuni, menyembuhkan, menguatkan, dan menuntun setiap orang agar tetap teguh dalam perjalanan iman serta memiliki harapan di tengah berbagai tantangan kehidupan,” ungkapnya.
Menurutnya, pembinaan iman seperti ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan para katekumen agar mampu menerima sakramen dengan pemahaman yang benar dan kesiapan batin yang matang. Dengan demikian, mereka tidak hanya mengetahui ajaran Gereja secara teoritis, tetapi juga mampu menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan katekese ini, diharapkan para katekumen Paroki Hayam Wuruk Medan semakin memahami makna Sakramen Penyembuhan serta mempersiapkan diri secara lebih baik dalam perjalanan menuju penerimaan sakramen-sakramen inisiasi. Pembinaan ini juga diharapkan mampu membentuk umat yang memiliki iman yang dewasa, berakar kuat pada ajaran Gereja, serta mampu mewujudkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan bermasyarakat.

