Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Dampingi Katekumen Stasi Sunggal, Perkuat Pemahaman tentang Komuni Kudus dan Pengakuan Dosa

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan pendampingan katekumen di Aula Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (13/10/2026), pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan penguatan iman bagi para katekumen agar semakin memahami ajaran Gereja Katolik, khususnya tata cara menyambut Komuni Kudus dan melaksanakan Pengakuan Dosa.

Kegiatan pendampingan tersebut diikuti oleh tiga orang katekumen, yakni Fitri Silalahi, Daud Tarigan, dan Lia Pardede. Dalam suasana pembelajaran yang terarah, para peserta mendapatkan bimbingan mengenai pentingnya mempersiapkan diri secara rohani, menumbuhkan sikap hormat, serta menghayati nilai-nilai iman dalam kehidupan menggereja. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu para katekumen semakin mantap dalam menjalani proses pembinaan iman menuju kehidupan sakramental Gereja Katolik.

Pada materi tata cara menyambut Komuni Kudus, para katekumen dibekali pemahaman mengenai Sakramen Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan Kristiani. Peserta diajak memahami pentingnya doa, persiapan batin, sikap hormat, dan kesadaran akan kehadiran Kristus dalam Sakramen Mahakudus. Selain itu, dijelaskan pula tata cara menerima Komuni Kudus sesuai dengan ketentuan liturgi Gereja Katolik, sehingga para katekumen dapat mengikuti perayaan Ekaristi dengan penuh iman dan penghayatan.

Selanjutnya, pendalaman materi Sakramen Tobat menekankan pentingnya Pengakuan Dosa sebagai sarana pendamaian dengan Allah serta pemulihan hubungan dengan sesama. Para peserta mempelajari tahapan Pengakuan Dosa, mulai dari pemeriksaan batin, penyesalan atas dosa, pengakuan dosa di hadapan imam, penerimaan absolusi, hingga pelaksanaan penitensi. Melalui materi ini, para katekumen diajak memahami bahwa Sakramen Tobat merupakan kesempatan untuk mengalami kerahiman Allah, memperbarui diri, dan bertumbuh menjadi pribadi yang semakin baik dalam kehidupan sehari-hari.

Roni Antonius Sitanggang menyampaikan bahwa pendampingan katekumen merupakan bagian penting dalam membangun pemahaman iman yang kuat dan mempersiapkan umat untuk menghayati kehidupan sakramental secara bertanggung jawab. “Melalui pendampingan dan katekese yang berkesinambungan, kami berharap para katekumen semakin memahami makna Komuni Kudus dan Pengakuan Dosa, serta mampu menghayati iman Katolik dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. Pendampingan ini juga menjadi wujud komitmen Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan dalam mendukung pembinaan iman umat secara terarah dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Fitri Silalahi, Daud Tarigan, dan Lia Pardede semakin bertumbuh dalam iman, memiliki pemahaman yang baik tentang ajaran Gereja Katolik, serta semakin siap berpartisipasi aktif dalam kehidupan menggereja. Pembinaan tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya pengetahuan keagamaan para katekumen, tetapi juga mendorong pengamalan nilai-nilai Kristiani, seperti kasih, pengampunan, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, pendampingan katekumen menjadi langkah nyata dalam memperkuat kehidupan iman dan membangun umat Katolik yang semakin dewasa secara rohani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *