Medan (Humas) — Pembekalan peserta Tutur Kitab Suci Pesparani Kota Medan dilaksanakan pada Selasa, 22 September 2026, pukul 15.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Paroki Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat, Pajak Melati, Kelurahan Tanjung Selamat, Kota Medan. Kegiatan pembekalan diikuti oleh peserta Tutur Kitab Suci, Glandly Nababan. Pembekalan ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan peserta agar memiliki kemampuan yang memadai dalam menyampaikan Kitab Suci secara baik, jelas, komunikatif, dan sesuai dengan konteks perlombaan Tutur Kitab Suci Pesparani Kota Medan.
Materi yang diberikan dalam pembekalan adalah Public Speaking. Materi tersebut diarahkan untuk membantu peserta mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, meliputi penyampaian pesan secara terstruktur, penggunaan intonasi, artikulasi, ekspresi, bahasa tubuh, serta membangun kepercayaan diri ketika tampil di hadapan audiens.
Pembekalan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Roni Antonius Sitanggang selaku Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Rosnidar Zega, dan Rudi Salam Sinulingga. Para narasumber memberikan pembinaan sesuai dengan bidang dan pengalaman masing-masing untuk mendukung kesiapan peserta dalam mengikuti Tutur Kitab Suci.
Dalam pembekalan tersebut, peserta juga diarahkan untuk tidak hanya memperhatikan aspek teknik berbicara, tetapi tetap mengutamakan pemahaman terhadap pesan Kitab Suci yang akan disampaikan. Kemampuan menyampaikan Sabda Allah secara komunikatif diharapkan dapat berjalan seiring dengan penghayatan dan penghormatan terhadap isi Kitab Suci.
Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik pelaksanaan pembinaan yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Katolik. Menurutnya, keberadaan penyuluh agama memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan dan pendampingan keagamaan kepada umat.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Katolik yang senantiasa hadir melayani umat. Semoga kegiatan seperti ini terus terlaksana, karena umat membutuhkan pelayanan dan pendampingan keagamaan, khususnya melalui peran aktif para penyuluh agama,” ujar Agus Salim.
Ia menambahkan bahwa pembinaan kepada peserta Tutur Kitab Suci tidak hanya menjadi bagian dari persiapan menghadapi perlombaan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan umat dalam memahami dan menyampaikan nilai-nilai Kitab Suci di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Glandly Nababan diharapkan semakin siap mengikuti Tutur Kitab Suci Pesparani Kota Medan. Pembekalan Public Speaking juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan Kitab Suci dengan percaya diri, komunikatif, ekspresif, dan bertanggung jawab.(RAS/PAI).

