Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan pelayanan Bimbingan Rohani (Bimroh) bagi warga binaan di Polsek Medan Tuntungan, Jumat (25/9/2026). Pelayanan tersebut menjadi sarana untuk memberikan penguatan iman, penghiburan, serta menumbuhkan semangat dan pengharapan bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, penuh kekeluargaan, dan sukacita. Melalui pelayanan rohani ini, warga binaan diajak untuk tetap mengandalkan Tuhan dalam menghadapi setiap keadaan.
Bimroh kali ini mengangkat tema “Segala Perkara Dapat Kutanggung di Dalam Dia” dengan dasar Firman Tuhan dari Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Firman Tuhan disampaikan oleh Rohana Simamora, S.Th., yang mengajak warga binaan untuk tidak memandang keadaan yang sedang dijalani sebagai akhir dari kehidupan. Menurutnya, setiap orang dapat menghadapi tekanan, pergumulan, keterbatasan, dan berbagai keadaan sulit, namun Tuhan senantiasa memberikan kekuatan untuk melewati setiap proses. “Jangan merasa bahwa keadaan hari ini menentukan seluruh masa depan kita. Bersama Tuhan, selalu ada kekuatan untuk menjalani proses,” pesannya.
Selain itu, Rohana menekankan bahwa kekuatan dari Tuhan perlu diwujudkan melalui kemauan untuk berubah dan memperbaiki kehidupan. Masa pembinaan dapat menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi, belajar dari kesalahan, memperbaiki sikap, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Ia juga mengingatkan bahwa mengandalkan Tuhan bukan berarti seseorang terbebas dari masalah, melainkan memiliki kekuatan untuk menghadapi setiap pergumulan dengan iman dan pengharapan. “Apa pun pergumulan yang sedang kita hadapi, jangan menyerah. Tetap percaya bahwa Tuhan memberikan kekuatan kepada kita,” lanjutnya.
Sementara itu, rangkaian ibadah diawali dengan pujian yang dipimpin oleh Debora Br Pandia, S.Th., yang mengajak warga binaan membuka hati dan memusatkan perhatian kepada Tuhan. Doa syafaat kemudian dipimpin oleh Amanda Purba, S.Pd.K., dengan membawa pergumulan warga binaan, keluarga, serta jajaran Polsek Medan Tuntungan dalam penyertaan Tuhan. Doa tersebut juga memohon kekuatan, kesehatan, ketenangan hati, hikmat, dan kemampuan untuk menjalani setiap proses kehidupan dengan baik. Senada dengan hal itu, pemusik Sedra Tarigan, S.Th., turut mendukung suasana ibadah sehingga seluruh rangkaian pelayanan dapat diikuti dengan baik.
Pelayanan Bimbingan Rohani tersebut merupakan bagian dari peran Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat, termasuk warga binaan. Kehadiran pelayanan rohani diharapkan dapat memberikan penguatan dalam aspek iman, moral, karakter, dan spiritual selama masa pembinaan. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan mampu merefleksikan kehidupan, belajar dari pengalaman, memperbaiki kesalahan, serta mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat. Pesan Filipi 4:13 menjadi pengingat bahwa keterbatasan dan keadaan sulit bukan alasan untuk kehilangan harapan dalam menjalani proses kehidupan.
Dengan pertolongan Tuhan dan kemauan untuk berubah, masa pembinaan dapat menjadi bagian dari proses menuju kehidupan yang lebih baik. Pengharapan kepada Tuhan diharapkan terus menjadi kekuatan bagi warga binaan untuk menghadapi hari-hari yang akan datang. Selain itu, nilai-nilai yang diperoleh melalui pembinaan rohani dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih bertanggung jawab setelah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat. Pelayanan keagamaan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran Kementerian Agama dalam memberikan penguatan, penghiburan, dan pengharapan bagi setiap warga binaan.

