Medan (Humas) — Penguatan spiritual menjadi salah satu bentuk pendampingan yang dapat memberikan penghiburan dan pengharapan bagi pasien yang sedang menjalani proses perawatan. Melalui pelayanan Bimbingan Rohani, Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan hadir mendampingi pasien di UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan melalui puji-pujian, pemberitaan firman Tuhan, dan doa bersama dalam suasana penuh sukacita serta kekeluargaan. Selain itu, pelayanan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai iman dan rasa syukur di tengah pergumulan hidup yang dihadapi para pasien.
Ibadah diawali dengan puji-pujian yang dipimpin oleh Debora Br Pandia, S.Th., dengan iringan musik oleh Sedra Tarigan, S.Th. Lagu-lagu pujian yang dinyanyikan bersama mengajak pasien untuk berpartisipasi dalam ibadah dan mengarahkan hati kepada Tuhan. Selanjutnya, Mateus Brian Purba, S.Th., menyampaikan firman Tuhan berdasarkan Efesus 5:20 yang mengingatkan umat untuk senantiasa mengucap syukur kepada Allah dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Melalui firman tersebut, pasien diajak memahami bahwa rasa syukur tetap dapat dipelihara, termasuk ketika sedang menghadapi keadaan yang tidak mudah.
Dalam penyampaian firman, Mateus mengajak para pasien untuk tidak membatasi rasa syukur hanya pada saat mengalami kebahagiaan, tetapi juga memeliharanya ketika menghadapi kesulitan. Ia menegaskan bahwa bersyukur bukan berarti seseorang terbebas dari masalah, melainkan tetap memiliki pengharapan dan bersandar kepada Tuhan di tengah pergumulan. “Bersyukur bukan berarti hidup kita selalu berjalan sesuai dengan keinginan, tetapi bagaimana kita tetap percaya kepada Tuhan ketika menghadapi kesedihan, kekhawatiran, dan berbagai pergumulan. Dalam setiap proses yang kita jalani, selalu ada kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan menemukan pengharapan di dalam Tuhan,” ungkapnya. Sementara itu, para pasien juga diingatkan untuk tetap bersemangat menjalani perawatan dan menghargai setiap perkembangan positif yang dialami.
Senada dengan hal itu, Mateus menekankan bahwa rasa syukur dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Menghargai perhatian keluarga, menerima dukungan tenaga kesehatan, serta menjalani proses pemulihan dengan sabar merupakan bagian dari sikap positif yang perlu terus dibangun. Ia juga mengajak para pasien untuk tetap berdoa dan mempererat hubungan dengan Tuhan sebagai sumber kekuatan spiritual. Dengan demikian, pesan keagamaan yang disampaikan diharapkan dapat memberikan penghiburan sekaligus mendorong pasien menjalani proses perawatan dengan semangat dan pengharapan.
Selain pemberitaan firman, pelayanan rohani dilanjutkan dengan doa syafaat yang dipimpin oleh Borong Sitepu. Doa tersebut dipanjatkan agar para pasien memperoleh kekuatan, ketenangan hati, kesehatan, dan semangat selama menjalani proses perawatan. Doa juga ditujukan bagi keluarga pasien agar diberikan kesabaran dan penghiburan, serta bagi dokter, tenaga kesehatan, dan seluruh pegawai rumah sakit agar senantiasa memperoleh kesehatan dan hikmat dalam menjalankan tugas. Melalui rangkaian ibadah tersebut, pelayanan Bimbingan Rohani menjadi bentuk kepedulian yang mengedepankan doa, pendampingan, dan penguatan spiritual bagi pasien serta lingkungan yang mendukung pemulihan mereka.
Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen terus berupaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk bagi pasien di lingkungan rumah sakit. Pendampingan rohani diharapkan dapat membantu pasien menemukan penghiburan, memelihara pengharapan, dan menjalani proses pemulihan dengan lebih tabah. Pesan tentang rasa syukur juga menjadi pengingat bahwa setiap orang tetap berharga dan layak memperoleh perhatian serta kasih dari sesama. Melalui pelayanan ini, nilai-nilai iman, kepedulian, dan kasih diharapkan terus hadir dalam kehidupan masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi pergumulan.

