Medan (Humas) Harapan dan semangat menjadi kunci utama dalam proses pemulihan bagi setiap pasien. Hal inilah yang mendorong Tim Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan yang bertugas di KUA Medan Sunggal melaksanakan kegiatan Bimbingan Penyuluhan di Rumah Sakit Umum (RSU) Bina Kasih, Jl. TB Simatupang/Pinang Baris, Medan, pada Rabu,(29/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sindar Purba, S.Th., M.Pd, sebagai Penyuluh Ahli Madya dan Ruminna Sinaga, M.Pd, yang begitu profesional dibidangnya. Kehadiran para penyuluh ini bertujuan untuk memberikan penguatan spiritual dan motivasi bagi para pasien yang sedang menjalani perawatan.
Dalam sesi penyuluhannya, Sindar Purba mengajak para pasien untuk tetap tenang dan menyerahkan segala beban kepada Tuhan. “Mari kita belajar bersahabat dengan keadaan saat ini. Jangan biarkan penyakit melunturkan semangat kita, tetapi tetaplah bersyukur pada Tuhan dalam segala situasi,” ujar Sindar Purba dengan penuh empati.
Senada dengan itu, Ruminna Sinaga menekankan pentingnya menjaga mental yang positif. Ia memotivasi pasien agar tidak menyerah dan tetap memiliki daya juang untuk sembuh. “Jalankan hidup dengan semangat. Semangat adalah obat alami yang sangat membantu proses pemulihan tubuh,” pesannya.
Pihak manajemen RSU Bina Kasih yang diwakili oleh Timotius Barus, Ners, menyambut baik inisiatif ini. Dalam arahannya, beliau mengingatkan agar pelayanan rohani ini tetap selaras dengan standar operasional prosedur (SOP) Rumah Sakit. “Mari kita tetap bekerja sesuai dengan SOP Rumah Sakit, yaitu menjaga komitmen dalam pelayanan dan saling menghargai antara pemberi layanan dan pasien,” ungkapnya.
Suasana penyuluhan semakin hangat ketika para perawat yang bertugas di ruangan turut serta mendampingi. Mereka memberikan testimoni bahwa kehadiran penyuluh agama sangat dinantikan oleh pasien. Menurut mereka, kata-kata motivasi dan penghiburan terbukti membuat pasien merasa lebih diperhatikan, sehingga mereka menjadi lebih bersemangat dan bergembira.
Sebagai landasan firman Tuhan dalam pelayanan ini, dikutip dari Amsal 17:22: “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara Kemenag Kota Medan dan institusi kesehatan terus terjalin erat demi mewujudkan pelayanan yang holistik bagi masyarakat, baik secara fisik maupun spiritual.(SP/PAI).

