Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal Dampingi Warga Binaan Medan Plus

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal, Mahla Tarigan, Asima Manik, Sindar Purba, dan Drames Lumbantobing, melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi warga binaan korban NAPZA di Yayasan Medan Plus, Jalan Jamin Ginting Pasar VII Nomor 43/45, Kelurahan Beringin, Kota Medan, Rabu, 30 September 2026. Kegiatan tersebut ditujukan bagi warga binaan yang beragama Kristen sebagai bagian dari pendampingan dan pembinaan kerohanian.

Kegiatan diawali oleh Mahla Tarigan dengan mengajak warga binaan menyanyikan lagu-lagu pujian dan lagu rohani. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat, santai, dan rileks. Para warga binaan tampak antusias mengikuti lantunan lagu-lagu religi yang disampaikan sebagai sarana membangun suasana positif sekaligus memberikan motivasi dalam menjalani proses pemulihan.
Mahla Tarigan mengatakan bahwa kegiatan bimbingan rohani tidak hanya menjadi wadah untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga memberikan semangat dan penguatan kepada warga binaan. “Melalui lagu-lagu rohani, kita ingin menciptakan suasana yang lebih rileks dan memberikan motivasi agar warga binaan tetap memiliki semangat dalam menjalani proses pembinaan,” ujarnya.

Selanjutnya, Penyuluh Agama Kristen Sindar Purba menyampaikan firman Tuhan tentang pentingnya menyayangi dan menjaga diri. Ia mengingatkan warga binaan agar tidak melakukan tindakan yang dapat merusak atau menyakiti tubuh. “Tubuh yang diberikan Tuhan harus kita rawat dan jaga dengan baik. Salah satunya dengan menjaga kebersihan diri, mandi secara teratur, serta mengatur pola makan dan minum yang baik,” ujar Sindar Purba.

Sementara itu, Asima Manik mengajak warga binaan untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, Tuhan merupakan sumber kehidupan sekaligus tempat manusia kembali. “Tuhan adalah pemberi kehidupan dan Tuhan juga yang nantinya akan mengambil kehidupan manusia. Karena itu, sebelum kita dipanggil Tuhan, hendaknya kita mempersiapkan diri dengan baik sehingga ketika kembali kepada Tuhan, kita berada dalam keadaan yang baik,” ungkap Asima.

Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para Penyuluh Agama Kristen yang terus bersemangat memberikan pelayanan kepada umat, khususnya warga binaan di Medan Plus. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para penyuluh yang selalu bersemangat memberikan pelayanan kepada umat. Warga binaan di Medan Plus membutuhkan pendampingan dan penguatan agar mereka dapat bangkit serta memiliki harapan untuk menata masa depan,” ujar Agus Salim.

Bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi warga binaan Medan Plus menjadi bagian penting dalam memberikan penguatan spiritual, motivasi, serta dorongan untuk menjaga diri selama menjalani proses pemulihan. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, KUA Medan Sunggal berharap warga binaan semakin dekat kepada Tuhan, mampu meninggalkan perilaku yang merusak diri, serta memiliki semangat untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah keluarga dan masyarakat. (Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *