Medan (Humas) — Sinergitas lintas sektor menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung berbagai program kesehatan dan pembangunan masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Tingkat Kota Medan Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kecamatan Medan Selayang, dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan berbagai elemen masyarakat. Selasa (6/10/2026)
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan unsur masyarakat dalam membangun kesadaran hidup bersih dan sehat. Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Selayang, Mahmud Hasan Nasution, turut mengambil bagian dengan memimpin doa.
Kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Doa yang dipimpin Mahmud Hasan Nasution menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan dan kebersihan merupakan bagian dari ikhtiar manusia dalam menjaga amanah yang diberikan Allah SWT.
Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia juga menjadi sarana untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai kebiasaan sederhana yang memiliki dampak besar terhadap kesehatan. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir merupakan salah satu perilaku hidup bersih dan sehat yang perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama sebelum makan, setelah beraktivitas, serta setelah menggunakan fasilitas umum.
Dalam konteks pembinaan masyarakat, Penyuluh Agama Islam memiliki peran yang tidak terbatas pada penyampaian materi keagamaan. Penyuluh juga dapat menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan kehidupan sosial, kesehatan, kebersihan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Mahmud Hasan Nasution menyampaikan doa agar seluruh rangkaian kegiatan memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, bersih, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Doa juga menjadi bentuk penguatan spiritual agar setiap upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat mendapat keberkahan serta kemudahan dari Allah SWT.
Keterlibatan Forkopimcam, Penyuluh Agama Islam, dan unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus dibangun sehingga berbagai pesan edukatif dapat diterima masyarakat melalui pendekatan yang lebih luas dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui momentum Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Tahun 2026, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa perilaku hidup bersih dan sehat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Mencuci tangan dengan sabun bukan hanya menjadi bagian dari kampanye kesehatan, tetapi juga dapat menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.
Bagi KUA Kecamatan Medan Selayang, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan membangun sinergi dengan berbagai unsur. Kehadiran Penyuluh Agama Islam diharapkan dapat memperkuat kolaborasi sekaligus menghadirkan pesan keagamaan yang mendukung berbagai upaya positif dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

