Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan melalui Lela Hamidah, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Belawan, melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim (MT) Nurul Annisa, Jalan Serdang, Kelurahan Belawan 1, Kecamatan Medan Belawan, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat pesan tentang pentingnya mempererat persaudaraan dan menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Pada kesempatan itu, Lela Hamidah mengajak jamaah mendalami kandungan QS. Ali Imran ayat 103 yang menyerukan umat Islam untuk senantiasa berpegang teguh kepada agama Allah SWT dan tidak terpecah belah.
Dalam penyampaiannya, Lela menegaskan bahwa persatuan bukan sekadar menjaga hubungan baik, tetapi merupakan bagian dari ajaran Islam yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menjaga silaturahmi, membangun komunikasi yang baik, saling menghargai, serta menghindari perkataan dan sikap yang dapat menimbulkan konflik. “Ukhuwah harus dirawat. Jangan sampai perbedaan membuat kita saling menjauh. Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman untuk membangun kebersamaan dan menjaga persatuan,” tutur Lela Hamidah. Selain itu, ia mengingatkan jamaah agar senantiasa mengedepankan sikap saling menghormati dalam menghadapi berbagai perbedaan.
Sementara itu, Lela juga mengingatkan bahwa perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat yang perlu disikapi dengan kedewasaan dan kebijaksanaan. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk merenggangkan hubungan persaudaraan di tengah masyarakat. Senada dengan hal itu, setiap umat perlu membangun komunikasi yang sehat agar perbedaan dapat disikapi tanpa menimbulkan konflik. “Kita boleh memiliki perbedaan pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut menghilangkan rasa persaudaraan dan kepedulian di antara kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, jamaah diajak menjadikan majelis taklim bukan hanya sebagai tempat menambah wawasan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat silaturahmi, kepedulian, dan kebersamaan. Nilai-nilai yang diperoleh melalui pembinaan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Selain itu, keberadaan majelis taklim dapat menjadi sarana untuk membangun hubungan yang semakin erat melalui kegiatan keagamaan dan interaksi yang positif. Dengan demikian, pembelajaran agama tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari.
Ketua Pengajian MT Nurul Annisa, Zuriani, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Bimluh yang diberikan oleh Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan. Ia mengucapkan terima kasih atas pembinaan dan pencerahan keagamaan yang diberikan kepada jamaah melalui materi tentang ukhuwah dan persatuan. Sementara itu, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga jamaah semakin bertambah wawasan keagamaannya. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat semakin mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarjamaah.
Kegiatan Bimluh berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan dengan antusiasme jamaah selama penyampaian materi hingga kegiatan berakhir. Pesan QS. Ali Imran ayat 103 diharapkan dapat menjadi pengingat bagi jamaah untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan menghindari hal-hal yang dapat memicu perpecahan. Melalui pembinaan tersebut, nilai-nilai ukhuwah diharapkan semakin diwujudkan dalam kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat. Dengan menjaga silaturahmi, saling menghargai, dan memperkuat persatuan, jamaah diharapkan mampu membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan penuh kebersamaan.

